My Melody Crying
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA FEBRIA TRI HIDAYATI TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Selasa, 16 Desember 2014

PSIKOLOGI UMUM (INGATAN)

untuk download makalah aslinya bisa anda klik disini

A.LATAR BELAKANG
Otak merupakan perangkat yang paling kompleks di dunia. Trilyunan sel otak memiliki fungsi spesifik tetapi saling berhubungan.Mengendalikan seluruh aspek fisik dan psikis manusia. Baik secara sadar maupun tak sadar, kapasitas penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi kapasitas hardisk komputer terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit secara bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor komputer tercanggih sekalipun. Tapi sayangnya manusia tidak mampu mengoptimalkan seluruh potensi otak tersebut, sehingga otak tidak memungkinkan semua jejak ingatan itu tersimpan terus dengan sempurna, melainkan berangsur-angsur akan menghilang.
Manusia cenderung menyempurnakan sendiri bagian-bagian yang terlupa tersebut dengan cara mengkreasikan detail-deatil cerita itu. Akibatnya, sebuah cerita tentang suatu peristiwa yang pernah disaksikan oleh seseorang akan berubah-ubah dari masa ke masa. Makin lama jarak waktu antara kejadian awal dengan saat bercerita, maka makin banyak perubahannya.
Ingatan merupakan alih bahasa dari memory. Ingatan berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang telah lampau. Dengan adanya kemampuan mengingat pada manusia, hal ini menunjukkan bahwa manusia mampu menerima, menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Apa yang telah pernah dialami oleh manusia tidak seluruhnya hilang, tetapi disimpan dalam jiwanya, dan apabila diperlukan hal-hal yang disimpan itu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. Tapi inipun tidak berarti bahwa semua yang pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan dan dapat seluruhnya ditimbulkan kembali. Karena itu ingatan merupakan kemampuan yang terbatas.

B.RUMUSAN MASALAH
1.Apakah Pengertian Ingatan ?
2.Apa sajakah fungsi ingatan ?
3.Apa sajakah eksperimen mengenai ingatan ?
C.TUJUAN
1.Mengetahui pengertian ingatan
2.Mengetahui beberapa fungsi ingatan
3.Mengetahui beberapa eksperimen mengenai ingatan
BAB II
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN INGATAN
Ingatan (memory) ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan. Jadi, ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan; menerima kesan-kesan, menyimpan dan mereproduksikan.
Orang yang dapat mengingat sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya, kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Dengan demikian ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau (Woodworth dan Marquis, 1957). Dengan kata lain ingatan merupakan kemampuan psikis untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang lampau.

B.FUNGSI INGATAN
1.Fungsi Memasukkan (Encoding)
Proses Encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori.
Proses pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:
a)  Tidak sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling.
b)  Sengaja, yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahuan ke dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruan tinggi.
2.Fungsi Menyimpan (Storage)
Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam encoding, apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Sesuatu yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Masalah intercal dapat dibedakan atas lama interval dan isi interval:
a)Lama interval, yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (act of remembering). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun.
b)Isi interval, yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval. Aktivitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan.
Atas dasar lama interval dan isi interval, hal tersebut merupakan sumber atau dasar berpijak dari teori-teori mengenai kelupaan.
3.Fungsi Menimbulkan Kembali (Retrival)
Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan “Belajar dari Pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga.
Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara:
a)Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud.
b)Recognize, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
c)Redintegrative, yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrative terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali.
4.Kelupaan
Kelupaan terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hali itu dikarenakan interval merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan.
Ada lima teori lupa, yaitu:
a)Decay Theory (Atropi),teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (memory trace) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang.

b)Teori Interferensi, teori ini menitikberatkan pada isi interval. Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat yang lama, tetapi juga terjadi sebaliknya.
Bila informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, maka terjadilah interferensi retroaktif. Sedangkan, bila informasi yang kita terima sulit untuk diingat karena adanya pengaruh ingatan yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif.

c)Teori Retrieval Failure, teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali.

d)Teori Motivated Forgetting, menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan masih selalu ada.

e)Lupa Karena Sebab-sebab Fisiologis, para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan amnesia. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan disebut menderia amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia anterograd.

C.BEBERAPA EKSPERIMEN MENGENAI INGATAN
Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ingatan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (the learning time method)
Metode ini merupakan metode penelitian ingatan dengan melihat sejauh mana waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan baik, seperti dapat mengingat kembali materi tersebut tanpa kesalahan.
Misalnya seseorang yang disuruh mempelajari suatu syair lagu dan orang tersebut harus menimbulkan kembali syair tanpa ada kesalahan. Bila kriteria ini telah terpenuhi, maka diukur waktu yang diperlukan hingga mencapai kriteria tersebut. Individu yang satu lebih cepat daripada individu yang lain, tetapi ada pula yang lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu atau usaha yang dibutuhkan oleh seseorang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing.

      2.Metode belajar kembali (the relearning method)
Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana suatu individu disuruh mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu. Dalam relearning, untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dibanding dengan pertemuan pertama.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin sering dipelajari, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya, dan semakin banyak materi yang dapat diingat dengan baik, dan makin sedikit materi yang dilupakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses relearning ada waktu yang dihemat untuk disimpan. Oleh karena itu metode ini disebut juga dengan metode saving method.

      3.Metode rekonstruksi
Metode ini menugaskan individu untuk mengkronstruksi kembali materi yang telah diberikan kepadanya. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu yang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu. Contohnya seperti bermain puzzle.

4.Metode mengenali kembali (recognition)
Dalam metode ini penelitian dalam memori ditekankan pada recognition (mengenal kembali). Jadi subjek diminta untuk mempelajari materi kemudian materi tadi disajikan ulang dengan penyertaan materi lain. Adanya materi lain untuk mentes subjek apakah ia mampu mengenal kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya diantara materi-materi lain yang disajikan.
5.Metode mengingat kembali
Dalam metode ini yang ditekankan adalah proses recall (mengingat kembali) terhadap apa yangtelah dipelajari sebelumnya. Misalnya pada tes yang berbentuk essai atau pada tugas-tugas pengarang dimana subjek diminta untuk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang dialaminya.

6.Metode asosiasi berpasangan
Metode ini mengambil bentuk subjek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan  mengingat apa yang telah dipelajarinya, maka dalam evaluasi, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek disuruh menampilkan kembali (baik recall maupun recognition).


















BAB III
PENUTUP

A.KESIMPULAN
Ingatan merupakan proses menerima, menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi-informasi yang telah diterima melalui pengamatan, kemudian disimpan dalam pusat kesadaran (otak) setelah diberikan tafsiran. Dalam otak, terdapat dua macam tempat penyimpan informasi atau tanggapan yaitu :
a.       Ingatan Jangka Pendek (Short Term Memori/STM)
b.      Ingatan Jangka Panjang (Long Term Memori/LTM)

B.SARAN
                   Tidak berarti bahwa semua yang telah dialami akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan atau dengan kata lain akan ada yang dilupakan. Peristiwa kelupaan ini dapat terjadi karena kemampuan ingatan yang terbatas, cepat lambat orang dalam memasukkan (mendispersi) apa yang ia pelajari, ataupun karena problem psikologis yang ada pada dirinya. Sehingga diperlukan teknik-teknik tertentu untuk mengatasi kelupaan yang terjadi.

















DAFTAR PUSTAKA




ü  Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.
- See more at: http://utamitamii.blogspot.com/2012/04/teori-ingatan-memory-dalam-psikologi.html#sthash.8iDwd9R7.dpuf













Kamis, 11 Desember 2014

WHAT IS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH ??

untuk download artikel ini anda bisa klik disini

1.     Pengertian Pendidikan luar Sekolah (PLS)
Definisi Pendidikan luar sekolah menurut para ahli adalah sebagai berikut :
1.      Menurut Marzuki (2010: 93)
Pendidikan luar sekolah adalah semua pendidikan baik sengaja atau tidak, dirancang atau tidak, diorganisasikan atau tidak, yang berlangsung di luar sekolah dan universitas.” Salah satu kelemahan pendidikan luar sekolah adalah belum adanya keseragaman dalam pelabelan pendidikan luar sekolah, sehingga banyak orang yang sebenarnya sudah mengenal pendidikan luar sekolah tetapi bukan dengan nama pendidikan luar sekolah. Di Amerika, pendidikan luar sekolah dikenal dengan Adult Education, di Jepang dikenal dengan Social Education, dan di Jerman dikenal dengan Out of School Education. Di Indonesia sendiri pendidikan luar sekolah awalnya bernama pendidikan sosial, dan pada tahun 1982 berubah nama menjadi Pendidikan Luar Sekolah. Pendidikan luar sekolah di Indonesia berdiri dibawah naungan direktorat PAUDNI yang dulu bernama PNFI (pendidikan.
2.      S. Joesoef (Djudju sudjana, 2004 :22)
Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, diluar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas,yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu didalam mencapai tujuan belajarnya.
3.      Philip H. Combs
pendidikan luar sekolah adalah setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang di selenggarakan di luar system formal, baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk memberikan layanan pada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Jadi jika disimpulkan Pendidikan luar sekolah (PLS) pendidikan luar sekolah adalah setiap program pendidikan yang diselenggarakan diluar sistem persekolahan yang berlaku, dilakukan secara sengaja dalam rangka membelajarkan peserta didik sesuai kebutuhan kehidupan sehingga diharapkan tercapainya suatu perubahan baik dalam segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat dikembangkan kearah yang lebih baik.


   2.   Dasar Pendidikan luar sekolah (PLS)
A.    Sejarah terbentuknya pendidikan luar sekolah (PLS)
Alasan terselenggaranya PLS dari segi kesejarahan, tidak bisa lepas dari lima aspek yaitu:
  • Aspek pelestarian budaya
Pendidikan yang pertama dan utama adalah pendidikan yang terjadi dan berlangsung di lingkungan keluarga dimana (melalui berbagai perintah, tindakan dan perkataan) ayah dan ibunya bertindak sebagai pendidik. Dengan demikian pendidikan luar sekolah pada permulaan kehadirannya sangat dipengaruhi oleh pendidikan atau kegiatan yang berlangsung di dalam keluarga. Di dalam keluarga terjadi interaksi antara orang tua dengan anak, atau antar anak dengan anak. Pola-pola transmisi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai dan kebiasaan melalui asuhan, suruhan, larangan dan pembimbingan. Pada dasarnya semua bentuk kegiatan ini menjadi akar untuk tumbuhnya perbuatan mendidik. Semua bentuk kegiatan yang berlangsung di lingkungan keluarga dilakukan untuk melestarikan dan mewariskan kebudayaan secara turun temurun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan praktis di masyarakat dan untuk meneruskan warisan budaya yang meliputi kemampuan, cara kerja dan Teknologi yang dimiliki oleh masyarakat dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Jadi dalam keluarga pun sebenarnya telah terjadi proses-proses pendidikan, walaupun sistem yang berlaku berbeda dengan sistem pendidikan sekolah. Kegiatan belajar-membelajarkan yang asli inilah yang termasuk ke dalam kategori pendidikan tradisional yang kemudian menjadi pendidikan luar sekolah.
  • Aspek teoritis
Salah satu dasar pijakan teoritis keberadaan PLS adalah teori yang diketengahkan Philip H. Cooms (1973:10), tidak satupun lembaga pendidikan: formal, informal maupun nonformal yang mampu secara sendiri-sendiri memenuhi semua kebutuhan belajar minimum yang esensial. Atas dasar teori di atas dapat dikemukakan bahwa, keberadaan pendidikan tidak hanya penting bagi segelintir masyarakat tapi mutlak diperlukan keberadaannya bagi masyarakat lemah (yang tidak mampu memasukan anak-anaknya ke lembaga pendidikan sekolah) dalam upaya pemerataan kesempatan belajar, meningkatkan kualitas hasil belajar dan mencapai tujuan pembelajaran yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Uraian di atas cukup untuk dijadikan gambaran bahwa PLS merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi kepada bagaimana menempatkan kedudukan, harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang memiliki kemauan, harapan, cita-cita dan akal pikiran.
  • Dasar pijakan
Ada tiga dasar pijakan bagi PLS sehingga memperoleh legitimasi dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yaitu: UUD 1945, Undang-Undang RI Nomor 2 tahun 1989 dan peraturan pemerintah RI No.73 tahun1991tentang pendidikan luar sekolah. Melalui ketiga dasar di atas dapat dikemukakan bahwa, PLS adalah kumpulan individu yang menghimpun dari dalam kelompok dan memiliki ikatan satu sama lain untuk mengikuti program pendidikan yang diselenggarkan di luar sekolah dalam rangka mencapai tujuan belajar. Adapun bentuk-bentuk satuan PLS., sebagaimana diundangkan di dalam UUSPN tahun 1989 pasal 9:3 meliputi: pendidikan keluarga, kelompok belajar, kursus dan satuan pendidikan sejenis. Satuan PLS sejenis dapat dibentuk kelompok bermain, penitipan anak, padepokan persilatan dan pondok pesantren tradisional.
  • Aspek kebutuhan terhadap pendidikan
Kesadaran masyarakat terhadap pendidikan tidak hanya pada masyarakat daerah perkotaan, melainkan masyarakat daerah pedesaan juga semakin meluas. Kesadaran ini timbul terutama karena perkembangan ekonomi, kemajuan iptek dan perkembangan politik. Kesadaran juga tumbuh pada seseorang yang merasa tertekan akibat kebodohan, keterbelakangan atau kekalahan dari kompetisi pergaulan dunia yang menghendaki suatu keterampilan dan keahlian tertentu. Atas dasar kesadaran dan kebutuhan inilah sehingga terwujudlah bentuk-bentuk kegiatan kependidikan baik yang bersifat persekolahan ataupun di luar persekolahan.
  • Keterbatasan lembaga pendidikan sekolah
Lembaga pendidikan sekolah yang jumlahnya semakin banyak bersifat formal atau resmi yang dibatasi oleh ruang dan waktu serta kurikulum yang baku dan kaku serta berbagai keterbatasan lainnya. Sehingga tidak semua lembaga pendidikan sekolah yang ada di daerah terpencilpun yang mampu memenuhi semua harapan masyarakat setempat, apalagi memenuhi semua harapan masyarakat daerah lain. Akibat dari kekurangan atau keterbatasan itulah yang memungkinkan suatu kegiatan kependidikan yang bersifat informal atau nonformal diselenggarakan, sehingga melalui kedua bentuk pendidikan itu kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
B. Perkembangan Pendidikan luar sekolah
·    Perkembangan pendidikan luar sekolah (PLS) Dibagi dalam tiga periode:
1.      Periode Pra kemerdekaan
2.      Periode Revolusi
3.      Periode Orde Baru

C.   Sistem Pendidikan luar sekolah
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalah sub sistem pendidikan nasional, yaitu suatu sistem yang memiliki tujuan jangka pendek dan tujuan khusus yakni memenuhi kebutuhan belajar tertentu yang fungsional bagi masa sekarang dan masa depan.
Komponen atau sub sistem yang ada pada sistem PLS adalah :
·         masukan saran (instrumen input),
·         masukan mentah (raw input),
·         masukan lingkungan (environmental input),
·         proses (process), keluaran (out put) dan
·         masukan lain (other input) dan Pengaruh (impact).

D. Jenis Jenis yang ada di Pendidikan Luar Sekolah
  1. Pendidikan Massa (Mass education)
Pendidikan massa yaitu kesempatan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat luas dengan tujuan yaitu membantu masyarakat agar mereka memiliki kecakapan dalam hal menulis, membaca dan berhitung serta berpengetahuan umum yang diperlukan dalam upaya peningkatan taraf hidup dan kehidupannya sebagai warga negara. Istilah Mass education menunjukan pada aktifitas pendidikan di masyarakat yang sasarannya kepada individu-individu yang mengalami keterlantaran pendidikan, yaitu individu yang tidak berkesempatan memperoleh pendidikan melalui jalur sekolah, tetapi putus di tengah jalan dan belum sempat terbebas dari kebuta-hurufan. Mass education ini dapat dikatakan semacam program pemberantasan buta huruf atau program keaksaraan, tentu saja tidak bertujuan supaya orang-orang didiknya sekedar bisa baca-tulis, tetapi juga supaya memperoleh pengetahuan umum yang relevan bagi keperluan hidupnya sehari-hari. Individu yang menjadi sasarannya adalah pemuda-pemuda dan orang dewasa. Pelaksanaannya melalui kursus-kursus.
2.      Pendidikan Orang Dewasa (Adult Education)
Pendidikan orang dewasa yaitu pendidikan yang disajikan untuk membelajarkan orang dewasa. Dalam salah satu bukunya tentang PLS, Sudjana (1996:45) menerangkan bahwa pendidikan orang dewasa adalah pendidikan yang diperuntukan bagi orang-orang dewasa dalam lingkukangan masyarakatnya, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan, memperkaya pengetahuan, meningkatkan kualifikasi teknik dan profesi yang telah dimilikinya, memperoleh cara-cara baru serta merubah sikap dan perilakunya.
  1. Pendidikan Perluasan (Extension Education)
Kegiatan yang diselenggarakan PLS adalah meliputi seluruh kegiatan pendidikan baik yang dilaksanakan di luar sistem pendidikan sekolah yang dilembagakan ataupun yang tidak dilembagakan.
E. Karakteristik Pendidikan Luar Sekolah
Ciri ciri pendidikan luar sekolah (PLS) yaitu :
  1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C
  2. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training
  3. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh di dalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll

4.       Sasaran pendidikan Luar Sekolah(PLS)

1. Pendidikan Luar sekolah untuk Pemuda
    sebab-sebab timbul nya:
    a.
banyak anak anak usia sekolah tidak memperoleh pendidikan sekolah yang cukup
    b
.mereka memperoleh pendidikan tradisional
    c.
mereka memperoleh latihan kecakapan khusus melalui pola pola pergaulan
   d.
mereka di tuntut mempelajarinorma-norma dan tanggung jawab sebagai sanksi dari masyatrakat


2. Kelompok-Kelompok Kegiatan Pendidikan Luar Sekolah antara lain:
   a.
klub pemuda
   b.
klub-klub pemuda tani
   c.
kelompok pergaulan

3. Pendidikan Luar Sekolah untuk Orang Dewasa
    a. pendidikan ini timbul oleh karena:
       1.
orang dewasa tertarik terhadap profesi kerja
       2.
orang dewasa tertarik terhadap keahlian
    b.dalam rangka memperolehpendidikan di atas dapat ditempuh melalui:
       1.
kursus-kursus pendek
       2.
In service training
       3.
surat-menyurat


Rabu, 10 Desember 2014

KEKERABATAN SERTA KEBUDAYAAN MASYARAKAT JAWA TENGAH

untuk download artikel karya saya bisa anda klik disini

 Sebagai masyarakat  jawa asli apalagi yang berdomisili dipulau jawa khususnya jawa tengah sebagai pusat atau panutan dari provinsi-provinsi yang lain. setidaknya kita mengerti sistem kekerabatan yang ada di suku jawa. “Apa si kekerabatan masyarakat jawa itu? apa saja si kebudayaan suku jawa?” pertanyaan seperti itu siapa yang akan menjawab jika bukan kita sebagai suku jawa asli. Nah disini saya akan kupas sedikit dari pertanyaan tersebut,anda penasaran ? yuk belajar bersama.
  Masyarakat jawa tengah terkenal dengan orang-orangnya yang ramah,sopan,santun dan sistem kekerabatannya yang masih sangat kental walaupun dijaman sekarang sudah menganut sistem individualisme atau istilah gaulnya “loe-gue”. Dikota-kota besar seperti jakarta dan sekitarnya sudah sangat jarang ditemukan sistem yang masih mengakui saudaranya yaitu sistem kekerabatan. Kekerabatan itu sendiri adalah dimana anggota-anggotanya yang memiliki hubungan darah atau perkawinan,misalnya antara kita sebagai anak ari orang tua dengan kakak/adik dari orang tua kita. Seseorang dikatakan kekerabatan jika memiliki hubungan darah walaupun belum mengetahui maupun mengenal siapa saja hubungan darahnya (belum mengenal satu dengan yang lainnya) sebelumnya. Kekerabatan mempunyai anggota yang terdiri dari ayah,ibu,kakek,nenek,paman,bibi,keponakan,cucu dan seterusnya.
   Sedangkan sistem kekerabatan sendiri merupakan suatu pola kehidupan di masyarakat agar memiliki ciri atau sifat tertentu dalam kekekuargaannya yang disebabkan oleh adanya hubungan darah atau perkawinan. Di jawa sendiri sistem kekerabatan mengacu pada garis keturunan dari kedua belah pihak baik dari pihak ayah maupun pihak ibu dari satu nenek sampai generaasi ketiga yang biasa disebut didaerah saya dengan istilah sanak sedulur. Dalam sistem kekerabatan masyarakat jawa sangat dilarang adanya perkawinan antara saudara sekandung,perkawinan pancer lanang (yaitu seperti perkawinan antara anak anak dari dua orang tua yang bersaudara). Suku jawa mengenal keluarga luas. Keluarga luas sendiri merupakan perkembangan dari keluarga inti,yang artinya keluarga luas ini terdiri lebih dari satu keluarga inti jadi anggota keluarga luas memiliki anggota yang lebih banyak dan nantinya ini yang akan disebut dengan kerabat. Biasanya keluarga luas masyarakat jawa terutama didaerah pedesaan apalagi daerah saya masih berdekatan tempat tinggalnya, bahkan seringkali masih tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Berikut ini istilah istilah yang dipakai pada sistem kekerabatan masyarakat jawa tengah untuk menyebut kerabatnya adalah seperti :
-          Menyebut orang tua laki-laki dengan sebutan bapak atau rama.
-          Menyebut orang tua perempuan dengan sebutan simbok atau biyung.
-          Menyebut kakak laki-laki dengan sebutan kang mas,kakang atau kang.
-          Menyebut kakak perempuan dengan sebutan mbak yu, mbak dan yu.
-          Menyebut adik laki-laki dengan sebutan adhi, dek atau le.
-          Menyebut adik perempuan dengan sebutan adhi,ajeng dan ndhuk.
-          Menyebut orang tua dari bapak atau ibu dengan sebutan simbah atau mbah.
-          Menyebut nenek dari orang tua bapak atau ibu dengan sebutan buyut.
-          Menyebut nenek dari nenek dengan sebutan canggah.
-          Menyebut kakak laki-laki dari bapak ataupun ibu dengan sebutan uwa,pakde dan siwa.
-          Menyebut kakak perempuan dari bapak nataupun ibu dengan sebutan budhe,siwa.
-          Menyebut adik laki-laki dari bapak ataupun ibu dengan paklik,um atau paman.
-          Menyebut adik perempuan dari bapak ataupun ibu dengan sebutan bulik,bibi.
     Nah Ini lho sebutan dalam kekerabatab dalam tradisi masyarakat jawa tengah terutama didaerah saya pemalang. Pastinya sebutan ini dalam daerah yang lain  berbeda-beda begitupun di daerah anda kan ??. Nah bagaimana sebutan kekerabatan yang ada di daerah anda ??
      Menyinggung tentang kebudayaan dijawa tengah sanagtlah banyak berbagai kebudayaan. Jawa tengah sendiri adalah provinsi indonesia yang terletak dibagian tengah pulau jawa. Berbatasan langsung dengan jaawa barat disebelah barat,samudra hindia dan DI yogyakarta pada seelah selatan,jawa timur disebelah timur,dan laut jawa disebelah utara. Jika berbicara kebudayaan jawa tengah merupakan “jantung” budaya jawa bersama DI yogyakarta. Berikut ini Kebudayaan jawa tengah dapat dipandang dari beberapa sisi seperti:
1.         Bahasa
Meskipun bahasa indonesia merupakan bahasa resmi bangsa indonesia,namun masyarakat jawa tengah sebagian besar memakai bahasa jawa sebagai bahasa sehari-hari. Secara umum bahasa dijawa tenah dibagi menjadi dua yaitu kulonan  dan timuran. Kulonan (tegal,banjarnegara,banyumas daerah sekitar pantura) biasanya pengucapannya lebih kasar berbeda dengan dialeg timuran (solo,surakarta,semarang)  yang biasanya standar atau halus. Beberapa macam dialek yang ada di jawa tengah adalah  :
-          Dialek banyumasan (ngapak)
-          Dialek semarang
-          Dialek tegal-brebes
-          Dialek pantai utara timur (jepara,rembang,demak,kudus,pati)
-          Dialek surakarta
-          Dialek solo
-          Dan masih banyak lagi

Sangat beragam kan versi bahsa jawa yang ada di jawa tengah, Meskipun ada banyak dialek bahasa jawa di jawa tengah ini namun tidak membuat masyarakatnya kesulitan dalam berkomunikasi. Karena dari berbagai dialek tersebut tetap ada kesamaan bahasa hanya saya cara pengucapannya yang berbeda. Tetapi dengan perbedaan – perbedaan yang ada bukan menjadi hambatan untuk tidak berkomunikasi dengan yang beda dialek,justru dengan perbedaan inilah dapat belajar berbagai bahasa jawa versi dialek yang ada itu.

2.         Religi atau agama
Agama yang dianut sebagian besar oleh masyarakat jawa tengah adalah agama islam dan mayoritas masih mempertahankan tradisi kejawen. Tradisi kejawen itu sendiri merupakan golongan orang yang menganut agama islam tetapi tidak menjalankan syariat islam dan percaya pada kekuatan lain,seperti contohnya :
-          Percaya pada hari kelahiran atau weton
-          Percaya pada hari baik dan hari naas
-          Percaya pada makhluk makhluk halus seperti tuyul,setan dll.
-          Percaya pada benda-benda pusaka.
-          Percaya pada tempat tempat keramat.
Tradisi kejawen dimasyarakat jawa tengah pada zaman sekarang masih sangat sering ditemui dalam acara-acara sakral atau acara-acara besar seperti contoh dalam acara perkawinan,masyarakat jaman jawa tengah terutama daerah pedesaan masih percaya dengan weton atau hari kelahiran sang calon penganten (orang yang akan menikah). Walaupun secara ilmiah belum ditegaskan kebenarannya antara pengaruh hari weton dengan pernikahan,tetapi masyarakat jawa sangat menghormati tradisi weton ini dan masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Agama lain yang ada dijawa tengah adalah kristen,katolik,hi ndu,budha,kong hu chu dll. Masyarakat jawa tengah dikenal denagn sikap toleransinya seperti contohn ya didaerah muntilan kabupaten magelang banyak dijumpai penduduk yang beragama katolik dan dulunya daerah tersebut merupakan pusat pengembangan agama katolik. Jawa tengah merupakan provinsi dengan jumlah penganut agama kristen terbesar di indonesia.
3.         Kesenian
Jawa tengah sangat kaya akan kesenian. Bahkan jawa tengah merupakan merupakan kiblatnya kesenian dari daerah jawa sendiri,berikut beberapa kesenian jawa tengah meliputi :
-          Gamelan jawa
-          Wayang kulit
-          Seni tari : tari gambyong,bedhaya ketawang,serimpi,sintren.
-          Kerajinan tangan : ukiran khas jepara,batik pekalongan
-          Upacara adat : tidhak sinten,upacara baritan di pemalang.
-          Seni tembang : suwe ora jamu, gundul gundul pacul,gambang suling dsb.
-          Makanan khas : soto tauco khas tegal,grombyang khas pemalang,wingko babat khas semarang,tahu dan tempe bacem khas solo.
-          Dan masih banyak lagi

      Dijawa tengah sendiri masih sering ditemui festival budaya dan kesenian yang bertujuan untuk lebih mengenalkan kesenian jawa yengah sendiri kepada generasi yang lebih muda. Sebagai masyarakat jawa tengah kita harus bangga karena jawa tengah memiki beragam kebudayaan yang sangat beragam dan bermacam-macam.


“Ini nih buat kalian yang ngerasa orang jawa jangan cuekin adat dan kebudayaannya. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus Lestarikan apa budaya dan adat jawa tengah !!”


Bahan bacaan :
koentjaraningrat, pengantar ilmu antropologi (jakarta :RINEKA CIPTA 2009)

Penulis :
Febria tri hidayati, mahasiswa s1 pendidikan luar sekolah, universitas negri semarang 2014

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys