My Melody Crying
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA FEBRIA TRI HIDAYATI TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Rabu, 10 Desember 2014

KEKERABATAN SERTA KEBUDAYAAN MASYARAKAT JAWA TENGAH

untuk download artikel karya saya bisa anda klik disini

 Sebagai masyarakat  jawa asli apalagi yang berdomisili dipulau jawa khususnya jawa tengah sebagai pusat atau panutan dari provinsi-provinsi yang lain. setidaknya kita mengerti sistem kekerabatan yang ada di suku jawa. “Apa si kekerabatan masyarakat jawa itu? apa saja si kebudayaan suku jawa?” pertanyaan seperti itu siapa yang akan menjawab jika bukan kita sebagai suku jawa asli. Nah disini saya akan kupas sedikit dari pertanyaan tersebut,anda penasaran ? yuk belajar bersama.
  Masyarakat jawa tengah terkenal dengan orang-orangnya yang ramah,sopan,santun dan sistem kekerabatannya yang masih sangat kental walaupun dijaman sekarang sudah menganut sistem individualisme atau istilah gaulnya “loe-gue”. Dikota-kota besar seperti jakarta dan sekitarnya sudah sangat jarang ditemukan sistem yang masih mengakui saudaranya yaitu sistem kekerabatan. Kekerabatan itu sendiri adalah dimana anggota-anggotanya yang memiliki hubungan darah atau perkawinan,misalnya antara kita sebagai anak ari orang tua dengan kakak/adik dari orang tua kita. Seseorang dikatakan kekerabatan jika memiliki hubungan darah walaupun belum mengetahui maupun mengenal siapa saja hubungan darahnya (belum mengenal satu dengan yang lainnya) sebelumnya. Kekerabatan mempunyai anggota yang terdiri dari ayah,ibu,kakek,nenek,paman,bibi,keponakan,cucu dan seterusnya.
   Sedangkan sistem kekerabatan sendiri merupakan suatu pola kehidupan di masyarakat agar memiliki ciri atau sifat tertentu dalam kekekuargaannya yang disebabkan oleh adanya hubungan darah atau perkawinan. Di jawa sendiri sistem kekerabatan mengacu pada garis keturunan dari kedua belah pihak baik dari pihak ayah maupun pihak ibu dari satu nenek sampai generaasi ketiga yang biasa disebut didaerah saya dengan istilah sanak sedulur. Dalam sistem kekerabatan masyarakat jawa sangat dilarang adanya perkawinan antara saudara sekandung,perkawinan pancer lanang (yaitu seperti perkawinan antara anak anak dari dua orang tua yang bersaudara). Suku jawa mengenal keluarga luas. Keluarga luas sendiri merupakan perkembangan dari keluarga inti,yang artinya keluarga luas ini terdiri lebih dari satu keluarga inti jadi anggota keluarga luas memiliki anggota yang lebih banyak dan nantinya ini yang akan disebut dengan kerabat. Biasanya keluarga luas masyarakat jawa terutama didaerah pedesaan apalagi daerah saya masih berdekatan tempat tinggalnya, bahkan seringkali masih tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Berikut ini istilah istilah yang dipakai pada sistem kekerabatan masyarakat jawa tengah untuk menyebut kerabatnya adalah seperti :
-          Menyebut orang tua laki-laki dengan sebutan bapak atau rama.
-          Menyebut orang tua perempuan dengan sebutan simbok atau biyung.
-          Menyebut kakak laki-laki dengan sebutan kang mas,kakang atau kang.
-          Menyebut kakak perempuan dengan sebutan mbak yu, mbak dan yu.
-          Menyebut adik laki-laki dengan sebutan adhi, dek atau le.
-          Menyebut adik perempuan dengan sebutan adhi,ajeng dan ndhuk.
-          Menyebut orang tua dari bapak atau ibu dengan sebutan simbah atau mbah.
-          Menyebut nenek dari orang tua bapak atau ibu dengan sebutan buyut.
-          Menyebut nenek dari nenek dengan sebutan canggah.
-          Menyebut kakak laki-laki dari bapak ataupun ibu dengan sebutan uwa,pakde dan siwa.
-          Menyebut kakak perempuan dari bapak nataupun ibu dengan sebutan budhe,siwa.
-          Menyebut adik laki-laki dari bapak ataupun ibu dengan paklik,um atau paman.
-          Menyebut adik perempuan dari bapak ataupun ibu dengan sebutan bulik,bibi.
     Nah Ini lho sebutan dalam kekerabatab dalam tradisi masyarakat jawa tengah terutama didaerah saya pemalang. Pastinya sebutan ini dalam daerah yang lain  berbeda-beda begitupun di daerah anda kan ??. Nah bagaimana sebutan kekerabatan yang ada di daerah anda ??
      Menyinggung tentang kebudayaan dijawa tengah sanagtlah banyak berbagai kebudayaan. Jawa tengah sendiri adalah provinsi indonesia yang terletak dibagian tengah pulau jawa. Berbatasan langsung dengan jaawa barat disebelah barat,samudra hindia dan DI yogyakarta pada seelah selatan,jawa timur disebelah timur,dan laut jawa disebelah utara. Jika berbicara kebudayaan jawa tengah merupakan “jantung” budaya jawa bersama DI yogyakarta. Berikut ini Kebudayaan jawa tengah dapat dipandang dari beberapa sisi seperti:
1.         Bahasa
Meskipun bahasa indonesia merupakan bahasa resmi bangsa indonesia,namun masyarakat jawa tengah sebagian besar memakai bahasa jawa sebagai bahasa sehari-hari. Secara umum bahasa dijawa tenah dibagi menjadi dua yaitu kulonan  dan timuran. Kulonan (tegal,banjarnegara,banyumas daerah sekitar pantura) biasanya pengucapannya lebih kasar berbeda dengan dialeg timuran (solo,surakarta,semarang)  yang biasanya standar atau halus. Beberapa macam dialek yang ada di jawa tengah adalah  :
-          Dialek banyumasan (ngapak)
-          Dialek semarang
-          Dialek tegal-brebes
-          Dialek pantai utara timur (jepara,rembang,demak,kudus,pati)
-          Dialek surakarta
-          Dialek solo
-          Dan masih banyak lagi

Sangat beragam kan versi bahsa jawa yang ada di jawa tengah, Meskipun ada banyak dialek bahasa jawa di jawa tengah ini namun tidak membuat masyarakatnya kesulitan dalam berkomunikasi. Karena dari berbagai dialek tersebut tetap ada kesamaan bahasa hanya saya cara pengucapannya yang berbeda. Tetapi dengan perbedaan – perbedaan yang ada bukan menjadi hambatan untuk tidak berkomunikasi dengan yang beda dialek,justru dengan perbedaan inilah dapat belajar berbagai bahasa jawa versi dialek yang ada itu.

2.         Religi atau agama
Agama yang dianut sebagian besar oleh masyarakat jawa tengah adalah agama islam dan mayoritas masih mempertahankan tradisi kejawen. Tradisi kejawen itu sendiri merupakan golongan orang yang menganut agama islam tetapi tidak menjalankan syariat islam dan percaya pada kekuatan lain,seperti contohnya :
-          Percaya pada hari kelahiran atau weton
-          Percaya pada hari baik dan hari naas
-          Percaya pada makhluk makhluk halus seperti tuyul,setan dll.
-          Percaya pada benda-benda pusaka.
-          Percaya pada tempat tempat keramat.
Tradisi kejawen dimasyarakat jawa tengah pada zaman sekarang masih sangat sering ditemui dalam acara-acara sakral atau acara-acara besar seperti contoh dalam acara perkawinan,masyarakat jaman jawa tengah terutama daerah pedesaan masih percaya dengan weton atau hari kelahiran sang calon penganten (orang yang akan menikah). Walaupun secara ilmiah belum ditegaskan kebenarannya antara pengaruh hari weton dengan pernikahan,tetapi masyarakat jawa sangat menghormati tradisi weton ini dan masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Agama lain yang ada dijawa tengah adalah kristen,katolik,hi ndu,budha,kong hu chu dll. Masyarakat jawa tengah dikenal denagn sikap toleransinya seperti contohn ya didaerah muntilan kabupaten magelang banyak dijumpai penduduk yang beragama katolik dan dulunya daerah tersebut merupakan pusat pengembangan agama katolik. Jawa tengah merupakan provinsi dengan jumlah penganut agama kristen terbesar di indonesia.
3.         Kesenian
Jawa tengah sangat kaya akan kesenian. Bahkan jawa tengah merupakan merupakan kiblatnya kesenian dari daerah jawa sendiri,berikut beberapa kesenian jawa tengah meliputi :
-          Gamelan jawa
-          Wayang kulit
-          Seni tari : tari gambyong,bedhaya ketawang,serimpi,sintren.
-          Kerajinan tangan : ukiran khas jepara,batik pekalongan
-          Upacara adat : tidhak sinten,upacara baritan di pemalang.
-          Seni tembang : suwe ora jamu, gundul gundul pacul,gambang suling dsb.
-          Makanan khas : soto tauco khas tegal,grombyang khas pemalang,wingko babat khas semarang,tahu dan tempe bacem khas solo.
-          Dan masih banyak lagi

      Dijawa tengah sendiri masih sering ditemui festival budaya dan kesenian yang bertujuan untuk lebih mengenalkan kesenian jawa yengah sendiri kepada generasi yang lebih muda. Sebagai masyarakat jawa tengah kita harus bangga karena jawa tengah memiki beragam kebudayaan yang sangat beragam dan bermacam-macam.


“Ini nih buat kalian yang ngerasa orang jawa jangan cuekin adat dan kebudayaannya. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus Lestarikan apa budaya dan adat jawa tengah !!”


Bahan bacaan :
koentjaraningrat, pengantar ilmu antropologi (jakarta :RINEKA CIPTA 2009)

Penulis :
Febria tri hidayati, mahasiswa s1 pendidikan luar sekolah, universitas negri semarang 2014

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys