untuk download makalah aslinya anda bisa
klik disini
dan untuk downoad dalam bentuk powerpoint bisa anda
klik disini
1. Pengertian
Pendidikan
a.
Pendidikan merupakan salah satu
kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani
kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan
penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah. Manusia sebagai mahluk yang diberikan
kelebihan oleh Allah Subhanaha watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri
manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk
mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses
pembelajaran.
b.
Berdasarkan UUSPN No.20 tahun
2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
c. Menurut
Ki Hajar Dewantara Pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan tumbuhnya
budi pekerti (kekutan batin,karakter),pikiran (intelek),dan tubuh anak.
d.
Menurut William F Pendidikan
harus dilihat di dalam cakupan pengertian yang luas. Pendidikan juga bukan
merupakan suatu proses yang netral sehingga terbebas dari nilai-nilai dan
Ideologi.
e.
Kosasih Djahiri (1980 : 3) mengatakan
bahwa Pendidikan adalah merupakan upaya yang terorganisir, berencana dan
berlangsung kontinyu (terus menerus sepanjang hayat) kearah membina
manusia/anak didik menjadi insan paripurna, dewasa dan berbudaya (civilized).
f.
Dalam bahasa Yunani pendidikan
adalah pedagogik, yaitu : ilmu menuntun anak.
g.
Orang Romawi melihat pendidikan sebagai
educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak
yang dibawa waktu dilahirkan di dunia.
h.
Bangsa Jerman melihat pendidikan
sebagai Erziehung yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan
kekuatan/potensi anak.
i.
Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti
panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan,
pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
j.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata dasar didik dan
kecerdasan pikiran.
Apabila ditarik secara garis besar dapat di
artikan pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
latihan, proses perbuatan, cara mendidik masyarakatnya.
Terlepas
dari berbagai macam definisi pendidikan yang diutarakan oleh para ahli, dapat
disimpulkan bahwa pendidikan mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
1. Usaha
Pendidikan mengandung unsur usaha. Hal ini dibutuhkan untuk mencapai sebuah
tujuan yang telah direncanakan.
2. Tujuan
Pendidikan harus memiliki sebuah tujuan yang jelas. Hal ini diperlukan
untuk terfokusnya sistem pendidikan yang berlangsung.
3. Lingkungan
Pendidikan harus memiliki suatu lingkungan tertentu. Tanpa adanya
lingkungan tersebut, maka pendidikan yang berlangsung akan berjalan dengan
tidak teratur.
4. Kesengajaan
Pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan sadar.
2. Pengertian Hakikat Pendidikan
Hakikat
pendidikan itu dapat dikategorisasikan dalam dua pendapat yaitu: pendekatan epistemologis dan pendekatan ontologi
atau metafisik. Kedua pendekatan tersebut tentunya dapat melahirkan jawaban
yang berbeda-beda mengenai apakah hakikat pendidikan itu. Di dalam pendidikan epistemologis yang menjadi masalah
adalah akar atau kerangka ilmu pendidikan sebagai ilmu. Dari sudut pandang pendidikan dilihat sebagai sesuatu proses yang interen
dalam konsep manusia. Artinya manusia hanya dapat dimanusiakan melalui proses
pendidikan Dengan demikian hakikat pendidikan adalah sangat ditentukan oleh
nilai-nilai, motivasi dan tujuan dari pendidikan itu sendiri.Maka hakikat
pendidikan dapat dirumuskan sebagi berikut :
1. Pendidikan merupakan proses
interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik
dengan kewibawaan pendidik.
2. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik menghadapi lingkungan
yang mengalami perubahan yang semakin
pesat;
3. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat.
4. Pendidikan
berlangsung seumur hidup, Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan
prinsip-prinsip ilmu.
Berbagai pendapat mengenai hakikat pendidikan dapat digolongkan atas dua kelompok besar yaitu :
•
Pendekatan reduksionisme
Pendekatan-pendekatan
reduksionisme melihat proses pendidikan peserta didik dan keseluruhan termasuk
lembaga-lembaga pendidikan, menampilkan pandangan ontologis maupun metafisis
tertentu mengenai hakikat pendidikan. Teori-teori tersebut satu persatu sifatnya
mungkin mendalam secara Vertikal namun tidak melebar secara horizontal. .
• Pendekatan
Redaksional
Teori-teori
/ pendekatan redaksional sangat banyak dikemukakan di dalam khazanah ilmu pendidikan. Dalam hal
ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionaisme sebagai berikut:
1. Pendekatan pedagogis /
pedagogisme
Titik tolak dari teori ini ialah anak yang akan di besarkan menjadi manusia
dewasa. Pandangan ini penganutnya beranggapan bahwa anak telah mempunyai
kemampuan-kemampuan yang dilahirkan dan tinggal di kembangkan saja.
2. Pendekatan Filasofis / religionisme
Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berada dengan hakikat orang
dewasa. Oleh sebab itu, proses pendewasaan anak bertitik-tolak dari anak
sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat-tingkat perkembangan sendiri.
3. Pendekatan religius / religionisme
Pendekatan religius / religionisme dianut oleh pemikir-pemikir yang melihat
hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. Namun demikian kemajuan ilmu
pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral.
4. Pendekatan psikologis / psikologisme
Pandangan-pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu
masuknya psikologi ke dalam bidang ilmu pendidikan hal tersebut telah
mempersempit pandangan para pendidik seakan-akan ilmu pendidikan terbatas
kepada ilmu mengajar saja.
5.
Pendekatan negativis / negativism
Pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Dengan demikian pandangan
negativisme ini melihat bahwa segala sesuatu seakan-akan telah tersedia di
dalam diri anak yang bertumbuh dengan baik apabila tidak dipengaruhi oleh
hal-hal yang merugikan pertumbuhan tersebut.
6. Pendekatan sosiologis / sosiologismu
Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme.
Titik-tolak dari pandangan ini ialah prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan
bukan kepada kebutuhan individu
Jadi pada intinya, Hakikat
Pendidikan adalah mendidik manusia menjadi
manusia sehingga hakekat atau inti dari pendidikan tidak akan terlepas dari
hakekat manusia, sebab urusan utama pendidikan adalah manusia. Wawasan yang
dianut oleh pendidik tentang manusia akan mempengaruhi strategi atau metode
yang digunakan dalam melaksanakan tugasnya, disamping konsep pendidikan yang
dianut.
3. Hakikat Pendidikan menurut Islam
Pendidikan secara semantik menunjukkan
pada suatu kegiatan atau proses yang berhubungan dengan pembinaan yang
dilakukan seseorang kepada orang lain . Pengertian tersebut belum menunjukkan
adanya program, sistem, dan metoda yang lazimnya digunakan dalam melakukan
pendidikan atau pengajaran. Ada 3 pengerian hakikat pendidikan di dalam islam
yaitu:
·
Ta”lim : Pembinaan/Pengarahan (Ilmu Pengetahuan)
·
Tarbiyah : Pengajaran
·
Ta”dib : Pembinaan/Pengarahan
(moral dan esetika)
Pendidikan menurut islam
adalah keseluruhan pengertian yang terkandung didalam ketiga istilah tersebut.
Namun demikian, ketiga istilah tersebut sebenarnya memberi kesan bahwa antara
satu dan yang lainnya berbeda. Beda istilah ta‟lim mengesankan
memberikan proses pemberian bekal pengetahuan. Sedangkan istilah tarbiyah,
mengesankan proses pembinaan dan pengarahan bagi pembentukan kepribadian dan
sikap mental.sementara istilah ta‟dib mengesankan proses pembinaan dan
pengarahan bagi pembentukan kepribadian dan sikap mental, sedangkan sitilah ta‟dib
mengesankan proses pembinaan terhadap sikap moral dan estetika dalam
kehidupan yang lebih mengacu pada peningkatan martabat manusia.
4 . Tujuan Hakikat Pendidikan
Oleh karena itu tepat sekali
dikatakan pada dassarnya pendidikan mempunyai dua tujuan besar yakni
mengembangkan individu dan masyarakat yang “ smart and good” (Lickona 1992 : 6). Konsepsi tujuan tersebut
mengandung arti bahwa tujuan pendidikan tidak lain adalah mengembangkan
individu dan masyarakat agar cerdas (smart) dan baik (good).
Secara elaboratif tujuan ini oleh bloom
dkk (1962) dirinci menjadi tujuan pengembangan kognitif, afektif, dan
psikomotorik, yakni pengembangan pengetahuan dan pengertian, nilai dan sikap,
dan keterampilan psikomotorik.
Pasal 1 butir 1 UU Sidikan 20/2003, ditegaskan bahwa pendidikan adalah usaha dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
penendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dalam pasal 3 dikemukakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
5 . Unsur dan faktor yang mempengaruhu pendidikan
Unsur yang
terdapat didalam setiap kegiatan pendidikan yaitu :
a. Peserta didik
Peserta didik adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik ditinjau
dari segi fisik maupun dari segi perkembangan mental. Setiap individu
memerlukan bantuan dan perkembangan pada tingkat yang sesuai dengan tugas
perkembangan setiap anak didik. Peserta didik berbeda menurut kodratnya di mana
ia sedang mendapatkan pendidikan. Dalam keluarga yang berfungsi sebagai peserta
didik adalah anak, di sekolah-sekolah adalah murid, di masyarakat yaitu
anak-anak yang mebutuhkan bimbingan dan pertolongan menurut lembaga yang
mengasuh pendidikan tersebut. Dengan demikian pendidikan harus memahami irama
perkembangan setiap peserta didik pada tiap-tiap tingkat perkembangan sehingga
memungkinkan memberikan bantuan yang tepat dan berdaya guna. Adapun hubungan
antara pendidik dan peserta didik itu dalam proses belajar mengajar itulah yang
merupakan faktor yang sangat menentukan.
b.
Pendidik
Pendidik atau guru banyak diartikan
orang, ada yang mengatakan di gugu lan ditiru (Jawa), yaitu orang yang
harus di gugu dan di tiru oleh semua muridnya. Artinya segala sesuatu yang
disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan di yakini sebagai kebenaran oleh
semua muridnya dan sekaligus untuk diteladani.
c.
Tujuan
Tujuan Pendidikan (Kemdiknas):
"Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab”.
d.
Isi Pendidikan (Kurikulum)
Banyak para ahli yang
mendifinisikan kurikulum, yaitu antara lain:
§ Lewis dan Meil Kurikulum adalah
seperangkat bahan pelajaran, merumuskan hasil belajar, penyediaan kesempatan
belajar, kewajiban peserta didik.
§ Taba Kurikulum adalah tak
peduli bagaimana rancangan detailnya. Suatu kurikum biasanya mengandung suatu
kenyataan mengenai maksud dan tujuan tertentu. Ia memberi petunjuk tentang
beberapa pilihan dan susunan isinya. Ia menyuratkan pola-pola belajar dan
mengajar tertentu, baik karena dikehendaki oleh tujuannya maupun oleh susunan
isinya. Akibatnya ia memerluakn suatu program pengevakuasian hasil-hasilnya.
Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat di simbulkan sebagai berikut:
kurikulum merupakan rumusan, tujuan mata pelajaran, garis besar pokok bahasan
penilaian dan perangkat lainnya. Sedangkan pokok pikiran penting yang biasa
dalam kurikulum adalah tujuan pendidikan, bahan pelajaran, pengalaman dan aspek
perencanaan. Isi dari program pendidikan adalah segala sesuatu yang di berikan
kepada peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai
tujuan.
e.
Metode
Metode metode dalam pembelajaran antara
lain :
§ Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara penyampaian informasi melalui penuturan secara lisan
oleh pendidik kepada peserta didik
§ . Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab
adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan
kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang
telah mereka baca.
§ Metode diskusi
Metode diskusi adalah
suatu cara penyajian/ penyampaian bahan pelajaran dimana pendidik memberikan
kesempatan kepada peserta didik/ membicarakan dan menganalisis secara ilmiyah
guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai
alternative pemecahan atas sesuatu masalah. Abdurrahman Anahlawi menyebut
metode ini dengan sebutan hiwar (dialog).
§ Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas
adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu
kepada murid-murid, sedangkan hasil tersebut diperiksa oleh guru dan murid
harus mempertanggung jawabkannya.
§ Metode Demontrasi
Metode demontrasi
adalah suatu cara mengajar dimana guru mempertunjukan tentang proses sesuatu,
atau pelaksanaan sesuatu sedangkan murid memperhatikannya.
§ Metode
Amsal/perumpamaan
Yaitu cara mengajar
dimana guru menyampaikan materi pembelajaran melalui contoh atau perumpamaan.
§ Metode Targhib dan
Tarhib
Yaitu cara mengajar
dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap
kebaikan dan hukuman terhadap keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan
dan menjauhi keburukan.
§ Metode pengulangan
(tikror)
Yaitu cara mengajar
dimana guru memberikan materi ajar dengan cara mengulang-ngulang materi
tersebut dengan harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang
disampaikan.
f.
Lingkungan
6. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan sepanjang hayat
merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia
transformasi,dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat
zaman globalisasi sekarang ini.Setiap manusia dituntut untuk menyesuaikan
dirinya secara terus menerus dengan situasi baru.Pendidikan sepanjang hayat
merupakan jawaban terhadap kritik-kkritik yang dilontarkan pada sekolah.Sistem sekolah secara
tradisional mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan perubahan
kehidupan yang sangat cepat dalam abad terakhir ini dan tidak dapat memenuhi
kebutuhan hidup-kebutuhan hidup atau tuntunan manusia yang makin
meningkat.Pendidikan di sekolah hanya terbatas pada tingkat pendidikan dari
sejak kanka-kanak sampai dewasa,tidak akan memenuhi persyaratan-persyaratan
yang dibutuhkan dunia yang berkembang pesat.Dunia yang selalu berubah ini
membutuhkan suatu sistem yang fleksibel.Pendidikan harus tetap bergerak dan
mengenal inovasi secara terus menerus.
Terjadinya suatu perubahan pandangan
pendidikan kearah Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH),karena :
a.Konsep Pendidikan Sepanjang
Hayat dilandasi alasan bahwa :
o Semakin banyaknya keluaran dari system persekolahan (system pendidikan formal)yang ingin melanjutkan pendidikan ,
o Cepatnya perkembangan pengetahuan baru meningkatnya kebutuhan pendidikan
yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan masan.
b. Pendidikan
Sepanjang Masa di pandang sebagai hal yang melatar belakangi kebutuhan system
pendidikan secara keseluruhan yang dapat
merespon kebutuhan dan tujuan dasar bidang sosial ekonomi,politik dan
kebudayaan.
c. Banyaknya
hasil penelitian tentang sekolah yang antara lain menyatakan “Bahwa system
pendidikan dewasa ini tidak sesuai sebagaimana yang diharapkan”.
d. Peningkatan kuantitas dan kualitas sekolah tidak membantu memecahkan
pemenuhan kebutuhan hidup ,dan perbaikan
system sekolah hanya menguntungkan mereka yang sudah mendapat kesempatan
sekolah,sedang di luarnya masih banyak berjuta-juta anak yang menunggu kesempatan ini.Dalam rangka ini fungsi guru adalah membantu anak untuk
mengetahui sesuatu yang ada dalam dirinya.
e. Keterbatasan system persekolahan yang telah mempaketkan atau membakukan
sehingga para siswa menerima pengetahuan dengan keahlian yang telah terpilihkan
dan dengan resiko dapat digunakan/tidak setelah akhir studinya.
Kalau kita mendengar kalimat
sepanjang hayat artinya tidak akan pernah punah, atau tidak akan pernah pudar
sepanjang waktu kecuali suatu zat, benuk itu mati. Begitu halnya juga dengan pendidikan, pendidikan tidak akan pernah punah
atau pudar, bahkan terkadang ilmu atau materi yang didapat dari pendidikan
biasanya bertambah dari zaman ke zaman seiring dengan kemajuaan teknologi.
Mengapa pendidikan itu dapat dikatakan harta yang paling berharga sepanjang
hayat?, karena pendidikan inilah yang akan anda ajarkan kepada setiap generasi
masa depan anda, bahkan ilmu yang anda dapatkan di waktu dulu mungkin
dapat berbeda atau terjadi penambahan
ilmu dengan generasi anda dimasa depan.
Kalau kita ingin mendalami suatu ilmu atau suatu
pendidikan maka sampai anda mati pun masih ada ilmu yang anda belum temui atau
anda belum ketahui, bahkan ilmu atau suatu pendidikan dapat membawa kita kea
rah yang lebih baik untuk masa depan kita dan masa depan generasi kita kelak
nanti. Apalagi dizaman globalisasi ini orang yang tidak berpendidikan atau
berilmu masih saja terus dipandang rendah dan ditertawakan, bagaimana orang
yang hidup dimasa depan nanti?, sekarang anda dapat membayangkan 50 tahun
kedepan atau beberapa ahun ke depan nasib anda apabila anda tidak
berpendidikan.contoh dilingkungan anda saja, mungkin anda berpendapa bahwa
pendidikan itu tidak bermanfaat, tapi kelak anda butuhkan untuk masa depan
anda, contoh kecil dilingkungan keluarga :
Ibu yang tidak mengeyam
pendidikan dimasa lalunya, dapat diperbudak atau dapa dibohongi oleh anaknya
sendiri dalam masalah biaya atau pembayaran disekolah, yang tadinya pembayaran
disekolah hanya Rp. 150.000 , anaknya minta ke ibunya Rp. 200.000, kalau ibu
yang dapa mengerti atau memiliki pendidikan maka seorang ibu itu akan mengecek
nya kesekolah, yakin dan percaya anda hanya dapat diam saat anda dihadapkan
suatu masalah apabila anda tidak memiliki ilmu atau anda tidak berpendidikan
maka itulah diperlukan adanya pendidikan, dan pendidikan iu digunakan sepanjang
hayat kita