untuk download makalah aslinya bisa anda klik disini
A.LATAR
BELAKANG
Otak merupakan perangkat yang
paling kompleks di dunia. Trilyunan sel otak memiliki fungsi spesifik tetapi
saling berhubungan.Mengendalikan seluruh aspek fisik
dan psikis manusia. Baik secara sadar maupun tak sadar, kapasitas
penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi kapasitas hardisk komputer
terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit secara
bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor
komputer tercanggih sekalipun. Tapi sayangnya manusia tidak mampu mengoptimalkan
seluruh potensi otak tersebut, sehingga otak tidak memungkinkan semua jejak
ingatan itu tersimpan terus dengan sempurna, melainkan berangsur-angsur akan
menghilang.
Manusia
cenderung menyempurnakan sendiri bagian-bagian yang terlupa tersebut dengan
cara mengkreasikan detail-deatil cerita itu. Akibatnya, sebuah cerita tentang
suatu peristiwa yang pernah disaksikan oleh seseorang akan berubah-ubah dari
masa ke masa. Makin lama jarak waktu antara kejadian awal dengan saat
bercerita, maka makin banyak perubahannya.
Ingatan
merupakan alih bahasa dari memory. Ingatan berhubungan dengan
pengalaman-pengalaman yang telah lampau. Dengan adanya kemampuan mengingat pada
manusia, hal ini menunjukkan bahwa manusia mampu menerima, menyimpan dan
menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Apa yang telah
pernah dialami oleh manusia tidak seluruhnya hilang, tetapi disimpan dalam
jiwanya, dan apabila diperlukan hal-hal yang disimpan itu dapat ditimbulkan
kembali dalam alam kesadaran. Tapi inipun tidak berarti bahwa semua yang pernah
dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan dan dapat seluruhnya
ditimbulkan kembali. Karena itu ingatan merupakan kemampuan yang terbatas.
B.RUMUSAN MASALAH
1.Apakah
Pengertian Ingatan ?
2.Apa
sajakah fungsi ingatan ?
3.Apa
sajakah eksperimen mengenai ingatan ?
C.TUJUAN
1.Mengetahui pengertian
ingatan
2.Mengetahui beberapa
fungsi ingatan
3.Mengetahui beberapa
eksperimen mengenai ingatan
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN
INGATAN
Ingatan (memory)
ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan.
Jadi, ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan; menerima kesan-kesan, menyimpan dan
mereproduksikan.
Orang yang
dapat mengingat sesuatu kejadian, ini berarti kejadian yang diingat itu pernah
dialami, atau dengan kata lain kejadian itu pernah dimasukkan ke dalam jiwanya,
kemudian disimpan dan pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam
kesadaran. Dengan demikian ingatan itu merupakan kemampuan yang berkaitan
dengan kemampuan untuk menerima atau memasukkan (learning), menyimpan (retention),
dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau (Woodworth dan Marquis, 1957). Dengan kata lain ingatan
merupakan kemampuan psikis untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention),
dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang lampau.
B.FUNGSI INGATAN
1.Fungsi Memasukkan (Encoding)
Proses Encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara
mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang
sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi encoding merupakan
suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan
sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu
informasi disimpan dalam memori.
Proses
pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:
a) Tidak
sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan
dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat
pada anak-anak yang umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya
bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil
berguling-guling.
b) Sengaja,
yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahuan ke
dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita
memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruan tinggi.
2.Fungsi Menyimpan (Storage)
Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (penyimpanan terhadap
apa yang telah diproses dalam encoding, apa yang dipelajari atau apa
yang dipersepsi). Sesuatu yang telah dipelajari
biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa
ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory
traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory
traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang,
dan ini yang disebut dengan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan
kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval
atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Masalah intercal dapat dibedakan atas lama
interval dan isi interval:
a)Lama interval,
yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (act of remembering).
Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin
kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun.
b)Isi interval,
yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval.
Aktivitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory
traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan.
Atas dasar lama interval dan isi interval, hal tersebut merupakan sumber
atau dasar berpijak dari teori-teori mengenai kelupaan.
3.Fungsi Menimbulkan Kembali (Retrival)
Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal
yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses
mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan
kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat
membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang
dikatakan “Belajar dari Pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai
informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah
yang dihadapi saat ini juga.
Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara:
a)Recall, yaitu proses
mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang
dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran
orang yang dimaksud.
b)Recognize, yaitu
proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk
yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia
berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
c)Redintegrative,
yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu
konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrative terjadi
bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron),
maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah
menontonnya berkali-kali.
4.Kelupaan
Kelupaan
terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan
kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hali itu
dikarenakan interval merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan.
Ada lima
teori lupa, yaitu:
a)Decay
Theory (Atropi),teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus
dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal).
Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (memory
trace) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam
alam kesadaran, akan rusak atau menghilang.
b)Teori
Interferensi, teori ini menitikberatkan pada isi interval. Teori ini
beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang
masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi
jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi
bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat yang lama,
tetapi juga terjadi sebaliknya.
Bila
informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulit mencari informasi yang
sudah ada dalam memori kita, maka terjadilah interferensi retroaktif.
Sedangkan, bila informasi yang kita terima sulit untuk diingat karena adanya
pengaruh ingatan yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif.
c)Teori
Retrieval Failure, teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi
bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada,
tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk
yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan
petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan
diingat kembali.
d)Teori
Motivated Forgetting, menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha
melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak
menyenangkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam
kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan
masih selalu ada.
e)Lupa
Karena Sebab-sebab Fisiologis, para peneliti sepakat bahwa setiap
penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan
fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan
lupa yang mengakibatkan amnesia. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi
yang telah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan disebut
menderia amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang
baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia anterograd.
C.BEBERAPA EKSPERIMEN MENGENAI
INGATAN
Beberapa
metode yang digunakan dalam penelitian ingatan dapat dikemukakan sebagai
berikut:
1.Metode
dengan melihat waktu atau usaha belajar (the learning time method)
Metode ini
merupakan metode penelitian ingatan dengan melihat sejauh mana waktu yang
diperlukan oleh seseorang untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan
baik, seperti dapat mengingat kembali materi tersebut tanpa kesalahan.
Misalnya
seseorang yang disuruh mempelajari suatu syair lagu dan orang tersebut harus
menimbulkan kembali syair tanpa ada kesalahan. Bila kriteria ini telah
terpenuhi, maka diukur waktu yang diperlukan hingga mencapai kriteria tersebut.
Individu yang satu lebih cepat daripada individu yang lain, tetapi ada pula
yang lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu atau usaha yang dibutuhkan
oleh seseorang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing.
2.Metode belajar kembali (the relearning
method)
Metode ini
merupakan metode yang berbentuk dimana suatu individu disuruh mempelajari
kembali materi yang telah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu. Dalam
relearning, untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya
membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dibanding dengan pertemuan
pertama.
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa semakin sering dipelajari, semakin singkat waktu yang
dibutuhkan untuk mempelajarinya, dan semakin banyak materi yang dapat diingat
dengan baik, dan makin sedikit materi yang dilupakan. Hal tersebut menunjukkan
bahwa proses relearning ada waktu yang dihemat untuk disimpan. Oleh
karena itu metode ini disebut juga dengan metode saving method.
3.Metode rekonstruksi
Metode ini
menugaskan individu untuk mengkronstruksi kembali materi yang telah diberikan
kepadanya. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu yang digunakan,
kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu. Contohnya
seperti bermain puzzle.
4.Metode
mengenali kembali (recognition)
Dalam metode
ini penelitian dalam memori ditekankan pada recognition (mengenal
kembali). Jadi subjek diminta untuk mempelajari materi kemudian materi tadi
disajikan ulang dengan penyertaan materi lain. Adanya materi lain untuk mentes
subjek apakah ia mampu mengenal kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya
diantara materi-materi lain yang disajikan.
5.Metode
mengingat kembali
Dalam metode
ini yang ditekankan adalah proses recall (mengingat kembali) terhadap
apa yangtelah dipelajari sebelumnya. Misalnya pada tes yang berbentuk essai
atau pada tugas-tugas pengarang dimana subjek diminta untuk mengingat kembali
peristiwa atau pengalaman yang dialaminya.
6.Metode
asosiasi berpasangan
Metode ini
mengambil bentuk subjek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan.
Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mengingat apa yang telah dipelajarinya,
maka dalam evaluasi, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek
disuruh menampilkan kembali (baik recall maupun recognition).
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Ingatan
merupakan proses menerima, menyimpan dan mengeluarkan kembali
informasi-informasi yang telah diterima melalui pengamatan, kemudian disimpan
dalam pusat kesadaran (otak) setelah diberikan tafsiran. Dalam otak, terdapat
dua macam tempat penyimpan informasi atau tanggapan yaitu :
a.
Ingatan Jangka Pendek (Short Term Memori/STM)
b.
Ingatan Jangka Panjang (Long Term Memori/LTM)
B.SARAN
Tidak
berarti bahwa semua yang telah dialami akan tetap tinggal seluruhnya dalam
ingatan atau dengan kata lain akan ada yang dilupakan. Peristiwa kelupaan ini
dapat terjadi karena kemampuan ingatan yang terbatas, cepat lambat orang dalam
memasukkan (mendispersi) apa yang ia pelajari, ataupun karena problem
psikologis yang ada pada dirinya. Sehingga diperlukan teknik-teknik tertentu
untuk mengatasi kelupaan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
ü http://goilmu.wordpress.com/2010/01/29/istilah-dan-konsep-dasar-memori-atau-ingatan/. Diakses 20
Desember 2011.
ü Walgito,
Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.
- See more
at: http://utamitamii.blogspot.com/2012/04/teori-ingatan-memory-dalam-psikologi.html#sthash.8iDwd9R7.dpuf





17.37
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar