My Melody Crying
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA FEBRIA TRI HIDAYATI TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Minggu, 24 Mei 2015

PENDIDIAN, MASYARAKAT, DAN PEMBANGUNAN

silahkan dibaca-baca dan semoga dapat bermanfaat ya ..


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG

Penyelenggaraan lembaga–lembaga pendidikan di negara manapun di dunia dipandang sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini berdasarkan satu asumsi bahwa proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata–semata bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terbentuk sosok–sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Bidang pendidikan dapat mempengaruhi bentuk dan arah atau perkembangan suatu masyarakat dimasa mendatang lewat berbagai jalan. Jadi,hubungan pendidikan dan pembangunan adalah suatu proses dua arah. Dengan menggunakan sosio-ekonomi masyarakat dimana sistem pendidikan itu berada (terlepas dari merata atau tidaknya struktur tersebut),sistem pendidikan akan cenderung menerusakn memperkuat,dan menghasilkan struktur sosial yang sama. Sebaliknya,penataan kembali sistem pendidikan secara cermat baik itu dilakukan dari dalam atau dari luar sistemnya sendiri,mepunyai potensi yang besar bagi terciptanya perbaikan-perbaikan pada struktur sosial dan eonomi manyarakat secara keseluruhan.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1.   Apa pengertian pendidikan dan sumber daya manusia ?
2.   Bagaimana peran pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia ?
3.   Bagaimana siklus belajar indvidu di masyarat ?
4.   Bagaimana perubahan sosial dan pendidikan ?
5.   Bagaimana pendidikan dan pembaharuan masyarakat ?

1.3  TUJUAN
Dari rumusan masalah diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Diharapkan mahasiswa mengetahui pengertian pendidikan dan sumber daya manusia.
2.      Diharapkan mahasiswa mengetahui pentingnya peran pendidikan dalam sumber daya manusia.
3.      Diharapkan mahasswa mengetahui siklus belajar individu di masyarakat.
4.      Diharapkan mahasiswa mengetahui perubahan sosial dan pendidikan.
5.      Diharapka mahasiswa mengetahui pendidikan dan pembaharuan masyarakat.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA
Hubungan antar proses pendidikan dengan terciptanya sumber daya manusia merupakan suatu hubungan logis yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan perubahan tingkah laku manusia. Secara sederhana,perubahan tingkah laku yang terjadi disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tiga unsur meliputi unsur kognitif, afektif dan psikomotor ( Taksonomi Bloom ).
Pendapat lainnya, yaitu pendapat Mc. Donald yang didalammnya sejalan dengan pendapat Winarno Surakhmad yang mengemukakan bahwa : Pendididkan atau dipersempit dalam pengertian pengajaran, adalah satu usaha yang bersifat sadar tujuan, dengan sistematis terarah pada perubahan tingkah laku. Menuju ke kedewasaan anak didik. Perubahan itu menunjuk pada suatu proses yang harus dilalui. Tanpa proses itu perubahan tidak mungkin terjadi, tanpa proses itu tujuan tak dapat dicapai. Dan proses yang dimaksud di sini adalah proses pendidikan.
Sedangkan pengertian pendidikan dari sudut pandang kebudayaan, Darji Darmodiharjo menjelaskan sebagai berikut : Pendidikan pada dasarnya merupakan sebagaimana dari kebudayaan yang mengarah kepada peradaban. Kebudayaan dalam arti luas adalah wujud perpaduan dari logika (pikiran), etika (kemauan), estetika (perasaan) dan praktika (karya) yang merupakan sistem nilai dan ide vital (gagasan) penting yang dihayati oleh sekelompok manusia (masyarakat) tertentu dalam kurun waktu tertentu pula.
Satu pengertian lain yang cukup esensi untuk dapat memahami pengertian pendidikan, dikemukakan oleh Max Muller sebagai mana dikemukakan kembali oleh B.S. Mardiatmadja, yaitu bahwa “Pendidikan adalah proses yang terorganisir untuk membantu agar seseorang mencapai bentuk dirinya yang benar sebagai manusia.”
Dari beberapa pengertian tentang “pendidikan” sebagaimana dikutif tersebut di atas sangat jelas bahwa pendidikan suatu kegiatan dalam upaya untuk mengubah tingkah laku objek didik ke arah positif. Pendidikan merangkum segi-segi intelektual, afektif dan psikomotorik manusia, juga menyentuh cipta rasa dan karsa. Pendidikan juga merangsang pikiran-pikiran, perasaan dan kehendak manusia untuk bertindak secara bijaksana dengan mempertimbangkan lingkungan.
Sonny Sumarsono (2003, h 4), Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung dua pengertian. Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua, SDM menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat.
Mary Parker Follett Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
SDM terdiri dari daya fikir dan daya fisik setiap manusia. Tegasnya kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya fikir dan daya fisiknya. SDM atau manusia menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang handal atau canggih tanpa peran aktif SDM, tidak berarti apa-apa. Daya pikir adalah kecerdasan yang dibawa sejak lahir (modal dasar) sedangkan kecakapan diperoleh dari usaha (belajar dan pelatihan). Kecerdasan tolok ukurnya Intelegence Quotient (IQ) dan Emotion Quality (EQ).
2.2  PERAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA
Persoalan ketenagakerjaan selalu mendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan, baik  pemerintah, swasta maupun dari masyarakat. Kompleksitas permasalahan ketenagakerjaan ini dapat dipandang sebagai suatu upaya masing-masing individu untuk memperoleh dan mempertahankan hak-hak kehidupan yang melekat pada manusia agar memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidup.
Tujuan pembangunan nasional, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan dan berdaya saing maju dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Dari tujuan tersebut tercermin bahwa sebagai titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja,baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional. Di sisi lain, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut, khususnya dibidang dibidang ketenagakerjaan, sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam mengatasinya.
Sehubungan hal tersebut di atas pengembangan SDM di Indonesia dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja. Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan SDM yang dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu,jalur pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap pendidikan.
Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental,penguasaan ilmu dan teknologi,serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Dengan kata lain,pengembangan SDM di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ),kecerdasan sosial (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Hal yang dapat digaris bawahi dari perubahan manajemen pendidikan yaitu adanya pengurangan peran pemerintah dalam pengelolaan sekolah. Sebaliknya, terjadi peningkatan peran sekolah dan masyarakat yang diyakini bahwa sekolah dan masyarakatlah yang mengetahui “kelemahan dan kekuatan” yang ada. Dalam hubungannya dengan peran dan partisipasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Ridono Aidad menyebutkan sebagai berikut :
(1). memberikan bantuan pendidikan melalui sumbangan pendidikan.
(2). menyadarkan tentang pentingnya pendidikan, sehingga menyekolahkan anaknya keberbagai lembaga pendidikan.
(3). Memberikan pendidikan di rumah sebagai pengganti gurunya di sekolah.
(4). Membantu guru mengawasi perilaku siswa di lingkungan lainnya.
(5). Memberikan saran dan pendapat positif secara aktif terhadap lembaga pendidikan yang ada, guna peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik.
(6). Melaporkan keadaan siswa yang dapat menghambat pendidikannya kepada guru (wali kelas) atau kepala sekolah yang bersangkutan.
 (7). Mengkoordinir para orang tua murid untuk secara bersama-sama memikirkan kemajuan dan cara terbaik untuk peningkatan mutu yang lebih tinggi lagi.
Hal inilah yang mendorong untuk dilakukan pengkajian dengan harapan pengetahuan tentang hal tersebut dapat mendorong terciptanya sikap positif guru terhadap proses pembelajaran. Dengan demikian diharapkan sikap positif guru terhadp proses pembelajaran dapat mendorong pula terciptanya iklim proses pendidikan dan pengajaran di kelas yang dapat memperlacar pencapaian tujuan yang diharapkan, yaitu out put yang bermutu.  

2.3   SIKLUS BELAJAR INDVIDU DI MASYARAT
            Menurut Karsidi (2005) secara singat pendidikan merupakan prodok dari masyarakat, karena apabila kita sadari arti pendidikan sebagai proses transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda maka seluruh upaya tersebut  sudah dilakukan sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatan masyarakat.
            Bagi masyarakat sendiri hakikat pendidikan sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agar masyarakat dapat melanjutkan eksistensinya, maka kepada anggota mudanya harus diteruskan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan dan bentuk tata perilaku lainnya yang diharapakan akan dimiliki oleh setiap anggota. Setiap masyarakat berupaya meneruskan kebudayaannya dengan proses adaptasi sesuai corak masing-masing periode jaman kepada generasi muda melalui pendidikan, secara khusus melalui interaksi sosial. Dengan demikian pendidikan dapat diartika sebagai proses sosialisasi. Dalam pengertian tersebut, pendidikan sudah imulai semenjak seorang individu pertamakali berinteraksi dengan lingkungan eksternal diluar dirinya yaitu keluarga. Seorang bayi yang baru lahir tentunya hidup dalam keadaan tidak berdaya. Menyadari hal demikian sang ibu berupaya memberikan segala bentuk curahan kasih sayang. Sampai pada umur lima tahun bayi itu tumbuh dan berkembang dengan sehat didalam mahligai cinta kasih perpaduan sepasang manusia yang menjadi orang tuanya.
            Ilistrasi diatas hanyalah sekelumit kecil dari siklus belajar individu didalam masyarakat. Proses tersebut berlangsung ketika kita menjadi manusia dewasa. Apabila kita memenuhi kewajiban sebagai saudara laki-laki, suami atau warga negara serta menjalankan hal-hal lain yang tertanam kuat dalam benak kesadaran kita, itu berarti kita melakukan tugas yang sudah ditentukan secara eksternal oleh hukum-hukum kodrat sosial dan kebiasaan yang berkembang begitu alamiah dari lingkungan sosial. Kewajiban muncul bukan dari proses pemaksaan eksternal yang mekanistis melainkan selalu diikuati oleh gejala resiprositas individu dengan lingkungan luarnya sehingga pada tahap akhir masyarakat telah menghasilkan ribuan atau bahkan  jutaan manusia yang tunduk lahir batin dengan ketentuan-ketentuan kolektif.
            Tiga tipe pendidikan yang hadir diseluruh dunia, yaitu:
1.      Jenis pendidikan ketrampilan dan praktis, yakni pendidikan yang dilaksanakan untuk memberikan bekal ketrampilan maupun kemampuan teknis tertentu agar dapat diaplikasikan kepada bentuk mata pencaharian masyarakat. Jenis pendidikan ini dominan didalam masyarakat yang masih sederhana baik memburu dan meramu, nelayan atau juga masyarakat sgraris awal.
2.      Pendidikan kelompok status, yaitu pengajaran yang diupayakan untuk mempertahankan prestise,simbol serta hak-hak istimewa kelompok elit dalam masyarakat yang memiliki pelapisan sosial. Pada umumnya pendidikan ini dirancang bukan untuk digunakan dalam pengertian teknis dan sering diserahkan kepada pengetahuan dan diskusi badan-badan pengetahuan esoterik. Pendidian ini secara luas telah dijumpai dalam masyarakat-masyarakat agraris dan industri.
3.      Tipe pendidikan birokratis yang diciptakan oleh pemerintah untuk melayani kepentngan kualifikasi pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintahan serta berguna pula sebagai sarana sosialisasi politik dari model pemerintahan kepada masyarakat awam. Tipe pendidikan ini pada umumnya memberi penekanan pada ujian,syarat kehadiran,peringkat dan derajat.
Demikianlah tipe-tipe pendidikan tersebut telah mewarnai corak kehidupan masyarakat. Pada dasarnya ketiga jenis pendidikan diatas selalu hadir dalam setiap masyarakat hanya saja prosentas penerapan salah satu karakrer pendidikan berbanding searah dengan model masyarakat yangntrbentuk. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula ternyata gelombang sejarah dunia juga menentukan model konfigurasi masyarakat dunia secara global dan hal ini juga memiliki pengaruh bag iklim pendidikan.
Pendidikan dilihat memiliki konstribusi positif demi menjalankan roda perekonomian serta putaran gerigi gerigi mesin industri mesin masyarakat pendukungnya. Prinsip-prinsip tersebut antara lain yaitu :
1.      Persyaratan pendidikan drai pekerjaan-pekerjaan dalam masyarakat industri yang terus meningkat,sebagai akbat dari adanya perubahan teknologi yang memiliki dua aspek yaitu :
a)      Proporsi pekerjaan yang memerlukan ketrampilan yang rendah berkurang sementara proporsi yan memerlukan ketrampilan tinngi bertambah.
b)      Pekerjaan-pekerjaan yang sama terus meningkatkan persyaratan ketrampilannya.
2.      Pendidikan formal memberi latihan yang diperlukan kepada orang-oang untuk mendapat pekerjaan yang berketramplan lebih tinggi.
3.      Sebagai akibat dari yang disebut diatas,persyaratan penddikan untuk bekerja terus meningkat dan semakin banyak orang yang dituntut untuk menghabiskan waktu yang lebih lama disekolah.
           
2.4   PERUBAHAN SOSIAL dan PENDIDIKAN
Perubahan dalam masyarakat memang sudah ada sejak jaman dulu.Namun dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepat. Hal ini membingungkan manusia yang menghadapinya.Perubahan-perubahan mana sering berjalan secara konstan dan terikat dengan waktu dan tempat. Akan tetapi karena sifatnya berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus,meskipun diselingi keadaan dimana masyarakat yang mengalami perubahan. Telah menjadi hukum alam bahwa masyarakat memiliki perbedaan dalam adopsi setiap perubahan atau inovasi baru. Ada masyarakat yang sangat cepat mengadopsi suatu perubahan, ada pula yang lambat bahkan ada yang sangat skeptik,di samping yang terjadi pada kebanyakan anggota masyarakat umumnya. Hal ini terjadi,karena anggota masyarakat memiliki perbedaan kesiapan untuk menerima perubahan itu, sebagai akibat dari adanya variasi pengetahuan,cara berpikir,sikap,variasi personalitas,pengalaman,selain kesesuaiannya antara nilai yang ia miliki dengan nilai baru yang ditawarkan. Selain karakteristik yang dimiliki oleh seseorang atau suatu masyarakat,faktor referensi atau panutan juga berperan penting dalam adopsi perubahan itu. Unsur-unsur yang dapat dijadikan referensi oleh seseorang atau masyarakat terhadap proses adopsi perubahan itu diantaranya adalah,(1) orang tua  ,(2) pemuka masyarakat baik formal maupun non-formal , (3) teman dekat , (4) figur idola , dan (5) orang yang paling berpengaruh terhadap diri seseorang. Unsur-unsur nomor 1,2,dan 3,dapat ditunjuk dengan jelas dalam masyarakat. Akan tetapi unsur figur idola dan unsur orang yang paling berpengaruh terhadap diri seseorang sangatlah subjektif.Perbedaan ini yang dapat menghasilkan kesenjangan tata nilai di dalam masyarakat,lebih-lebih lagi dalam situasi dimana kompleksitas perubahan itu semakin meluas dan perubahan itu terjadi sangat cepat. Sementara kalau kita sadari perubahan budaya manusia melekat dengan perubahan alam dan jaman. Pada era teknologi suatu masyarakat akan ketinggalan apabila masyarakat itu tidak menerapkan teknologi dalam tatanan hidup mereka.
Berdasarkan tinjauan diatas,bahwa untuk mempertahankan eksistensi hidup masyarakat tidak dapat terhindar dari penguasaan teknologi,maka unsur kreativitas, unsur kemandirian dalam kebersamaan, unsur produktivitas,menjadi faktor yang sangat penting untuk menanggapi budaya hidup teknologis itu.Berarti pendidikan yang menghasilkan manusia-manusia kreatif menjadi tuntutan dalam pola pendidikan umum saat ini, banyaknya media yang dapat berperan sebagai sumber informasi pendidikan bagi generasi bangsa saat ini, maka konsep pendidikan perlu mengalami pergeseran, pendidikan bukan lagi sebagai usaha yang di sengaja lagi, akan tetapi menjadi kondisi apapun yang dampaknya dapat menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai manusia.

2.5   PENDIDIKAN dan PEMBAHARUAN MASYARAKAT
Ada para pendidik yang menaruh kepercayaan yang besar sekali akan kekuasaan pendidikan dalam membentuk masyarakat baru. Oleh karena itu setiap anak diharapkan memasuki sekolah dan dapat diberikan ide-ide baru tentang masyarakat yang lebih indah dari pada yang sudah-sudah. Sekolah dapat merekonstruksi atau mengubah dan membentuk kembali masyarakat baru. Apakah harapan itu akan terpenuhi? . Pihak yang berkuasa di suatu negara pada umumnya menggunakan sekolah untuk mempertahankan dasar-dasar masyarakat yang ada. Perubahan yang asasi tak akan terjadi tanpa persetujuan pihak yang berkuasa dan masyarakat. Sekolah tak dapat melepaskan diri dari masyarakat tempat ia berada dan dari kontrol pihak yang berkuasa. Sekolah hanya dapat mengikuti perkembangan dan perubahan masyarakat dan tak mungkin mempelopori atau mendahuluinya. Jadi tidak ada harapan sekolah dapat membangun masyarakat baru lepas dari proses perubahan sosial yang berlangsung dalam masyarakat itu. Belajar dari pengalaman berbagai dunia, tentu saja sekolah dapat digunakan oleh yang berkuasa untuk mengadakan perubahan-perubahan radikal yang diinginkan oleh pihak yang berkuasa itu.
Sistem pendidikan adalah alat yang ampuh untuk mengindoktrinasi generasi muda agar menciptakan suatu masyarakat menurut keinginan mereka yang mengontrolnya. Perubahan kekuasaan dalam suatu negara,misalnya oleh golongan yang menganut ideologi lain akan memanfaatkan sekolah sebagai alat untuk membangun masyarakat baru menurut ideologi mereka.
            Dalam dunia yang dinamis ini, tanpa terkecuali setiap masyarakat akan mengalami perubahan menuju pembaharuan . Tidak turut berubah dan mengikuti pertukaran jaman akan membahayakan eksitensi masyarakat itu. Tiap pemerintahan akan berusaha mengadakan perubahan yang diingnkan demi kesejahteraan rakyatnya dan keselamatan bangsa dan negaranya. Dalam hal itu diusahakan adanya keseimbangan antara dinamika dengan stabilitas. Perubahan-perubahan itu antara lain tercermin dalam perubahan dan pembaharuan kurikulum dan sistem pendidikan. Peralihan dari jaman ke jaman memerlukan berbagai perubahan kurikulum sesuai dengan filsafat bangsa dan paradigma dominan yang dianut. Jadi, dengan kata lain, perubahan menuju pembaharuan dalam pendidikan sangat tergantung kebijakan yang diambil oleh negara














BAB III
PENUTUP

3.1   KESIMPULAN
            Sumber daya manusia merupakan modal dasar dari kekayaan suatu bangsa. Modal fisik dan sumber daya alam hanyalah faktor produksi yang pada dasarnya bersifat positif.  Manusialah yang merupakan agen-agen aktif yang akan mengumpulkan modal,mengeksploitasi sumber-sumber daya alam, membangun berbagai macam organisasi sosial, ekonomi dan politik, serta melaksanakan pembangunan nasional. Jelaslah bahwa jika suatu negara tidak segera mengembangkan keahlian dan pengetahuan rakyatnya dan tidak memanfaatkan potensi mereka secara efektif dalam pembangunan dan pengelolaan ekonomi nasional,maka selanjutnya negara tersebut tidak akan dapat mengembangkan apapun.

3.2   SARAN
                                Karena sistem pendidikan seringkali menggambarkan berbagai hal yang paling       esensial dari suatu masyarakat,maka jika struktur sosial dan ekonomi suatu masyarakat   ternyata sangat bervariasi atau tidak merata,maka sitem pendidikan akan dapat            mencerminkan keadaan tersebut dalam bentuk terbatasnya jumlah orang yang bisa menikmati jenjang pendidikan tinggi. Jadi diharapkan dengan menggunakan sosioekonomi masyarakat dimana sistem pendidikan itu berada, sistem pendidikan akan cenderung meneruskan, memperkuat, dan menghasilkan struktur sosial yang sama.










DAFTAR PUSTAKA

 

         Mulyono,edi sungkowo,2013 :”SOSIOLOGI PEMBANGUNAN DAN PENDIDIKAN”,Semarang,fakultas ilmu pendidikan universitas negri semarang.

Faruq,umar, 2013: “peranan pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia”,Jakarta.

            Subagio, 2011:PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCIPTAKAN   SUMBER        DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS,kuningan.

 



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys