My Melody Crying
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA FEBRIA TRI HIDAYATI TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Minggu, 24 Mei 2015

PRIORITAS KEBUTUHUAN BELAJAR

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
            Dalam penentuan prioritas, aspek penilaian dan kebijaksanaan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan unik untuk mensintesis berbagai rincian yang relevan. Hal ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang biasanya dikatakan paling naluriah. Namun, penetapan prioritas mungkin dapat jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan langkah-langkah lain bila dibuat eksplisit dan menjadi tindakan yang ditentukan secara jelas. Ketrampilan utama yang diperlukan dalam penentuan prioritas dalah menyeimbangkan variabel-variabel yang memiliki hubungan kuantitatif yang sangat berbeda dan dalam kenyataannya terletak dalam skala dimensional yang berbeda pula. Terlalu sering kesalahan timbul akibat memberikan penekanan terlalu banyak pada satu dimensi.
            Langkah utama dan pertama dalam mengelola program pembelajaran atau pemberdayaan masyarakat adalah menemukenali atau menjajagi dan mengetahui kebutuhn belajar kelompok sasaran dan sejauh mana kebutuhan tersebut dipenuhi. Seterusnya mengungkap sumber belajar potensial yang dimungkinkan dapat mendukung keberlangsungan program yang dibuat. Langkah ini merupakan langkah yang bersifat mutlak dan esensial. Langkah ini merupakan langkah yang paling kritis dan akan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Mengingat pentingnya langkah ini, maka dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar perlu perhatian dan persiapan yang serius sehingga program pembelajaran yang dirancang memberi manfaat yang fungsional bagi kelompok sasaran. Kata “kebutuhan” menunjukkan adanya sesuatu yang kurang. Sedangkan kata “program pembelajaran” menunjukkan bahwa “kekurangan” tersebut dapat dipenuhi melalui perancangan kegiatan pembelajaran tertentu.

1.2.RUMUSAN MASALAH
            Dari latar belakang diatas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa saja kategori di dalam kebutuhan belajar ?
2.      Bagaimana proses penetapan prioritas kebutuhan belajar ?

1.3.TUJUAN
            Dari rumusan masalah diatas kita dapat mengetahui tujuannya sebagai berikut :
1.      Mahasiswa dapat mengetahui kategori-kategori didalam kebutuhan belajar.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui proses-proses penetapan prioritas kebutuhan belajar







BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Kategori didalam Kebutuhan Belajar
            Secara garis besar dapat dikatakan bahwa kebutuhan belajar adalah selisih antara pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan atau diminta dengan pengetahuan,sikap dan keterampilan yang telah dimiliki oleh seseorang atau selisih diantara prestasi yang diminta dengan prestasi yang telah dicapai. Kebutuhan belajar pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori berdasarkan tingkat atau jenjang sebagai berikut :
a.      Kebutuhan belajar tingkat Organisai/Lembaga/masyarakat
Secara umum, kebutuhan belajar lembaga/organisasi/masyarakat didasarkan pada adanya tujuan lembaga/organisasi/masyarakat yang bersangkutan. Pertanyaan yang muncul sehubungan dengan kebutuhan belajar lembaga/organisasi/masyarakat yaitu mencoba untuk membandingkan “capaian lembaga/organiasi/masyarakat” dengan tujuan yang diharapkan, kelemahan apa yang ditemukan sehingga tujuan lembaga/organisasi/masyarakat tidak tecapai.
b.      Kebutuhan pada tingkat individu
            Kebutuhan ini menentukan “siapa” membutuhkan pemenuhan lebutuhan belajar “apa”,
            yaitu mencoba untuk menemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan, sikap dan
            keterampilan  pada setiap individu yang dimiliki sekarang dengan pengetahuan, sikap,
            dan keterampilan yang dituntut agar dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi

2.2.Proses Penetapan Prioritas Kebutuhan Belajar
a)      Menghitung dan mentabulasi jawaban responden
Kartu SKBM, questionaire, wawancara, hasil proses kelompok, indikator sosial, atau proyeksi masa depan yang sudah terkumpul, di chek dan dilihat apakah masih ada yang keliru mengisi atau menjawab pertanyaan yang ada, setelah itu lalu dilakukan penghitungan.
b)     Menentukan prioritas
Setelah data kebutuhan dan sumber belajar dilakukan penghitungan dan ditabulasi dalam tabel-tabel,langkah berikutnya adalah menentukan urutan dan prioritas kebutuhan sumber blajar. Langkah selanjutnya adalah menentukan prioritas kebutuhan dan sumber belajar. Dalam memprioritaskan kebutuhan belajar untuk segera dipenuhi hendaknya didasarkan atas hal-hal sebagai berikut :
*Ditinjau dari peminat/warga belajar;
*Ditinjau dari segi manfaat kebutuhan belajar tersebut, baik bagi kepentingan individu/keluarga, maupun untuk kepentingan pembangunan masyarakat daerah.
*Ditinjau dari segi kelengkapan adanya sumber belajar(manusiawi), dana, sarana, alat/bahan, tempat belajar dan lain-lain sumber yang menunjang terjadinya proses kegiatan pembelajaran.
c)      Menjodohkan kebutuhan dan sumber belajar
Langkah pertama dalam menjodohkan ini adalah memilih kebutuhan belajar dengan mempertimbangkan kriteria seperti dikemukakan pada langkah penetapan prioritas diatas, lalu mencarikan sumber belajarnya. Semua kebutuhan dikelompokkan lalu dijodohkan dengan sumber belajar yang cocok, dan selanjutnya menetapkan komponen pendukung yang terkat dengan keberlangsungan program pembelajaran, seperti warga belajar, tempat kegiatan pembelajaran, sarana belajar, dana belajarnya dan waktu proses kegiatan belajarnya.
Apabila kegiatan perjodohan sudah dilakukan maka tindakan selanjutnya adalaah merancang program pembelajaran dan membentuk kelompok belajar. Dalam tahap perjodohan inipun dapat diketahui pelajaran-pelajaran tambahan apa yang diingini oleh waga belajar dan masyarakat.
d)     Menyimpulkan
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menyimpulkan ini adalah menarik kesimpulan hasil identifiksi kebutuhan dan sumber belajar didaerah itu. Pada proses penyimpulan ini dipaparkan secara deskriptif dan selengkap mungkin hasil seluruh kegiatan dan kejadian atau yang mungkin akan terjadi apabila kelompok belajar itu didirikan. Sehingga dengan melihat dan memahami kesimpulan yang telah dipaparkan, orang dapat mengetahui dan meramalkan kegiatan yang akan datang untuk daerah itu. Selain itu diharapkan para pengambil kebijakan atau pimpinan yang berwenang mendirikan kelompok belajar di daerah itu dapat secara tepat dan cermat menyusun program pembelajaran sesuai kebutuhan belajar dan didukung adanya potensi sumberdaya lokal yang memadai.
e)      Membentuk kelompok belajar
Pembentukan kelompok belajar harus sesuai dengan program yang telah disusun berdasarkan keebutuhan belajar dan kesempatan  sumber belajar yang tersedia. Selain itu agar kegiatan-kegiatan pendidikan nonformal dapat berjalan dengan lancar harus berpegang pada 10 patokan pendidikan nonformal,sehingga dalam kegiatannya tidak banyak mengalami hambatan yang berarti. Kesepuluh patokan pendidikan nonformal tersebut adalah :
o   Warga belajar , bagaimana minat warga belajar serta keadaannya. Minat warga belajar besar atau kecil, keadaannya seperti kondisi sosial ekonominya kuat atau tidaknya sehingga mempengaruhi berjalannya kelompok belajar. Karena apabila kelompok belajar sudah berjalan kemudian berhenti disebabkan warga belajar lebih mementingkan mencari nafkah atau alasan lain, keberlangsungan proses pembelajaran yang terjadi pada kelompok belajar akan tersendat-sendat.
o   Kelompok belajar, berapa banyaknya anggota yang turut dalam kelompok belajar itu. Mencukupi atau tidak. Kelompok belajar yang disyaratkan adalah minimal 10 orang tiap kelompok.
o   Sumber belajar(manusiawi), hal-hal yang perlu diperhatikan untuk sumber belajar adalah: bagaimana latar belakangnya? Pendidikannya, latihan-latihan yang pernah diterima/diikuti, penataran yang pernah diterima-berapa lama-dan lain-lain, dapatkah sumber belajar memotivasi warga belajar? Bagaimana waktu yang bisa tersedia untuk kegiatan belajar? Dan sebaganya.
o   Program belajar, apa yang ingin dicapai dengan kegiatan belajar itu, berapa lama dapat dicapai, kapan harus dimulai dan kapan aan berakhir, bagaimmana persiapan proses pembelajarannya serta apa tolok ukurnya?
o   Sarana belajar, dalam kelompok belajar itu sarana-sarana apa saja yang diadakan? Ada sarana pokok, ada sarana penunjang, sarana bagi sumber belajar dan sarana administrasi apa saja yang diperlukan.
o   Pamong belajar, keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan pamong belajar. Peran pamong belajar sebagai pendidik pendidikan nonformal lebih banyak menciptakan suasana, memberi makna pada pengalaman belajar, memancing ungkapan pengalaman, memberi umpan balik, dan membantu membuat generalisasi.
o   Panti belajar, tempat-tempat yang dimunginkan untuk panti belajar perlu diteliti lebih dahulu keadaannya agar tidak mengecewakan kalau sudah terlanjur berjalan.
o   Ragi belajar, apa saja yang diperkirakan dapat mendorong keberhasilan kegiatan belajar tersebut. Metode apa saja yang dapat digunakan dalam kegiatan sehingga dapat meningkatkan semangat belajar warga belajar. Menentukan siapa-siapa yang mempunyai kesempatan untuk mengunjungi kelompok belajar sehingga bisa membangkitkan semangat belajar para warga belajar.
o   Dana belajar, sudah adakah dana yang bisa dipakai untuk kegiatan kelompok belajar yang akan diadakan? Kalau sudah ada,dari mana sumbernya, bagaimana cara pemakaiannya, dan sebagainya.
o   Hasil belajar, bagaimana akhir kegiatan kelompok belajar itu, bagaimana hasil yang dicapai, perlukah diadakan test atau ujian, tanda penghargaan dan sebagainya. Semuanya itu demi pemeliharaan semangat warga belajar agar tidak hanya bersemangat pada waktu mengikuti kelompok belajar saja. Dengan adanya tanda penghargaan bagi orang dewasa merupakan kebanggaan, karena meskipun sudah berumur tetapi masih bisa belajar dengan baik.






















BAB III
PENUTUP

3.1.KESIMPULAN
           





























DAFTAR PUSTAKA

Sutarto,Joko, 2008, Identifikasi Kebutuhan dan Sumber Belajar Pendidikan Nonformal, Semarang: UNNES Press


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys