My Melody Crying
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA FEBRIA TRI HIDAYATI TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Minggu, 24 Mei 2015

PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA

silahkan dibaca-baca dan semoga dapat bermanfaat ya ..

A. PENDAHULUAN
            Penjelasan tentang prinsip pendidikan orang dewasa ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan tentang apa saja yang perlu diperhatikan untuk melaksanakan pendidikan orang dewasa dengan baik. Dalam mempelajari prinsip ini, dianjurkan tidak hanya sekedar menghafal, tetapi agar dapat memahami dan menghubungkan atau menerapkannya kedalam situasi baru atau situasi nyata yang ada di lapangan.

B. HUKUM BELAJAR
            Bagaimana orang belajar dan kondisi yang dapat meningkatkan hasil belajar sering disebut dengan istilah law of learning yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi hokum belajar. Hukum belajar itu terdiri atas beberapa unsur, yaitu : 1) keinginan belajar, 2) pengertian terhadap tugas, 3) hukum latihan, 4) hokum akibat, 5) hokum asosiasi, 6) rasa tertarik, keuletan dan intensitas, 7) kesiapan hati, 8) pengetahuan akan keberhasilan dan kegagalan.

1.      Keinginan Belajar
            Keinginan belajar merupakan hal yang sangat penting yang dapat meningkatkan efektifitas belajar. Keinginan belajar dapat timbul karena rasa tertarik yang mendalam terhadap suatu objek atau mungkin dapat disebabkan oleh adanya kebutuhan terhadap suatu pengetahuan atau ketrampilan tertentu atau dapat tumbuh dari dorongan atau motivasi orang lain. Tugas pendidik adalah menumbuhkan keinginan kuat peserta didik mempelajari materi yang diajarkan. Belajar adalah masalah emosional sekaligus masalah intelektual. Oleh karena itu, peserta didik perlu mempunyai keinginan belajar jika ingin berhasil.

2.      Pengertian terhadap Tugas
            Peserta didik harus memperoleh pengertian yang jelas tentang apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Contohnya seorang mekanik mobil mungkin belajar tentang sistem pelistrikan mobil pada sore hari, sedangkan pada pagi hari ia bekerja di bidang automotif.dalam hal ini aktivitas yang mengikutsertakan penalaran, pertimbangan dan berpikir kreatif merupakan latihan yang baik bagi orang dewasa.

3.      Hukum Asosiasi
            Belajar dengan menghubungkan ide atau fakta dengan ide atau fakta lain cenderung dapat menghasilkan ingatan yang lebih permanen daripada apabila tidak menghubungkannya.belajar dengan menghubungkan tersebut adalah salah satu ciri kelebihan orang dewasa disbanding anak-anak, sebab orang dewasa mempunyai banyak stok ide atau informasi yang dapat menarik pelajaran baru. Orang dewasa mampu menghubungkan konsep yang terkait dan menganalisisnya sampai mencapai suatu kesimpulan. Ciri penting hukum asosiasi adalah membawa ide atau pengalaman baru akan menimbulkan emosi, jika dihubungkan dengan ide tau pengalaman nyata sebelumnya. Hal ini akan sangat berguna untuk meningkatkan semangat. Sebagai contoh, seorang peserta didik tentu akan menghubungkan apa yang sedang ia pelajari dengan sesuatu yang ia senangi atau hargai sebelumnya.

4.      Minat, Keuletan dan Intensitas
            Dengan hanya sekedar latihan atau pengulangan tanpa didasari dengan minat, hasil belajar tdak akan efektif. Sebagai contoh, jika anak disuruh belajar dengan cara mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang, tetapi mainannya dijauhkan, maka hasil belajarnya tidak akan memuaskan. Sebaliknya, seorang anak yang menyukai ikan akan belajar tentang perikanan dengan kecepatan yang luar biasa. Penelitian telah membuktikan bahwa minat atau rasa tertarik, keuletan dan kegigihan dan intensitas sangat berpengaruh dalam meningkatkan keberhasilan belajar dan dalam hal ini telah diterapkan, baik bagi orang dewasa maupun anak.

5.      Ketetapan Hati
            Ketetapan hati sangat menentukan, apakah seseorang akan tetap melanjutkan aktivitasnya atau tidak sama sekali. Sedangkan prasangka, kecurigaan dan ketertutupan semuanya akan menghambat proses belajar yang efektif. Seorang peserta didik seharusnya mempunyai ketetapan hati, yakni kesediaan untuk menerima ide-ide baru walaupun mungkin ia tidak ingin menerapkannya. Sebagian besar orang ang mendaftar dalam program pendidikan orang dewasa mempunyai keinginan untuk coba ide baru, menerima atas dasar manfaat yang akan diperolehnya.

6.      Pengetahuan tentang Keberhasilan danKegagalan
            Seorang peserta dalam pendidikan orang dewasa tidak akan mwemperoleh kemajuan dalam proses belajarnya kecualijika ia mengetahui dalam hal apa saja ia berhasil dengan baik dan dalam hal apa saja ia gagal. Situasi yang sangat dekehendaki dalam pendidikan orang dewasa adalah situasi di mana orang dewasa mampi manila pekerjaanyya sendiri dengan menggunakan kriteria atau standar yang dirancang khusus untuk pekerjaan itu.

C. PENETAPAN TUJUAN
            Kunci keberhasilan dalam pendidikan orang dewasa adalah mempunyaitujuan khusus tentang perilaku maupun performansi yang jelas dan bergerak menuju ke tujuan tersebut secara konsisten.
     1.    Tujuan Umum
                        Tujuan umum pendidikan orang dewasa sangat bervariasi, tergantung pada visi dan misi lembaga yang menyelenggarakannya. Sebagai gambaran mengenai tujuan umum ini, kita gunakan tujuan umum pendidikan Amerika Serikan yang disebut dengan Tujuh Prinsip Utama diambil dari artikel yang berjudul “ What Knowledge is of Most Worth “ karangan filsuf terkenal Herbert Spencer. Tujuh Prinsip Utama yang telah mengalami sedikit modifikasi ini adalah sebagai berikut :
            1. Kesehatan : fisik, mental dan keamanan/keselamatan
            2. Anggota keluarga yang berguna
            3. Pekerjaan: bimbingan, latihan dan efisiensi ekonomi
            4. Pendidikan Kewarganegaraan :prinsip demokrasi yang benar, local, Negara bagian dan
                Nasional
            5. Pemanfaatan waktu luang : rekeasi jasmani, pikiran dan spiritual : pengayaan dan
                pengembangan kepribadian
            6. Etika: nilai moral, jiwa pelayanan dan tanggung jawab pribadi
            7. penguasaan pengetahuan dasar : sarana belajar seperti membaca, menulis, bahasa dan
               metode berpikir secara ilmiah
            Sebagai pembanding, kita lihat catatan mengenai tujuan Pendidikan Nasional Indonesia yang dirumuskan oleh MPR, yaitu meningkatkan ketakwaan terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertnaggung jawab atas pembangunan bangsa (GBHN, 1978).

     2. Tujuan Khusus
                        Untuk tujuan khusus ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : 1) ciri tujuan khusus yang baik, 2) tipe tujuan khusus dan 3) menentukan tujuan khusus untuk kegiatan pendidikan khusus.


            1. Ciri-ciri tujuan khusus yang baik ialah :
                        a. Harus ada sasarannya
b.Harus menunjukkan perubahan perilaku yang spesifik, jelas, dapat dicapai, dapat didemonstrasikan dan dapat diukur
                        c. Harus diterima oleh sasaran sebagai tujuannya sendiri dan memberi kesempatan
                            kepada sasaran untuk bergerak menuju apa yang mereka inginkan.
                        d. Harus mengarah ketujuan umum
                        e. Biasanya dinyatakan dalam istilah pengetahuan, pengertian, kemampuan,
                            keterampilan, minat atau rasa tertarik, penghargaan, idealisme, penerapan dan
                            kebiasaan

            2. Tipe-tipe tujuan khusus ialah :
                        a. Pengetahuan, pengertian
                        b. Kemampuan, keterampilan (berpikir dan pekerjaan tangan atau kombinasi dari
                            keduanya)
                        c. Minat, penghargaan, idealisme, hasrat (sikap emosional)
                        d. Kebiasaan
    3. saran dari Morgan et al (1976) tentang langkah untuk menentukan tujuan khusus berikut ini :
a. lakukan penelitian secara hati-hati tentang bagaimana suatu kursus dapat dilaksanakan dan bermanfaat dalam situasi hidup nyata dan apa manfaat yang akan diperoleh jika kursus itu dilaksanakan
b. buat daftar urut materi yang diajarkan,kemampuan,pengertian,minat dan perilaku lain yang penting dan perlu dikembangkan dalam mansyarakat.
c. buat daftar sub tujuan khusus yang diperlukan utuk mencapai tujuan utama,dibawah setiap tujuan khusus yang terdaftar pada nomor 2 tersebut.
           
D. PENGEMBANGAN SIKAP,IDEALISME,DAN MINAT
            Sikap,idealisme dan minat adalah dasar tujuan khusus ranah afektif dan merupakan suatu kualitas emosi yang penting. Kenyataannya ada aspek yang sangat penting namun diabaikan yaitu kegagalan dalam mengembangkan respon emosionalyang terkendali terhadap situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari . emosi adalah factor sangat penting dalam pendidikan karena emosi cenderung menentukan apa yang dilakukan orang terhadap suatu hal.
1.      Sikap
Adalah perasaan seseorang terhadap orang lain,ide,lembaga,fakta dan lainnya. Sikap tidak bias diajarkan secara langsung seperti fakta,namun biasanya diajarkan secara tidak langsung seperti contoh bacaan dan kegiatan yang baik. Pendidik yang ahli akan segera mengenal bahwa pengembangan sikap (perasaan tertarik,idealism,dan penghargaan) tidak dapat diremehkan begitu saja. Pengembangan sikap ini harus dimasukan kedalam tujuan khusus yang ada dalam setiap unit pengajaran dan perencanaan dengan baik sehingga tjuan khusus yang telah ditetapkan dpat dicapai. Rencana pengambangan sikap dapat dikerjakan melalui :
a.       Seleksi materi
b.      Metode mengajar yang digunakan
c.       Aktivitas yang harus dilakukan oleh peserta
d.      Perlengkapan dan alat yang tersedia.
2.      Idealism
Adalah suatu standar kesempurnaan yang diterima oleh individu atau kelompok. Idealisme cenderung subjektif tetapi nyata dan sangat penting dalam pendidikan anak-anak maupun orang dewasa. Prinsip utama dalam mengajarkan idealisme melalui bacaan,pengamatan dan bimbingan. Idealismeyangt perlu ditanamkan pada generasi muda Indonesia adalah kejujuran,kedisiplinan,dan kebersihan yang dirasa masih kurang meresapi sepenuhnya.
3.      Minat
Adalah kegiatan yang dating dari hati nurani untuk ikut serta dalam kegiatan belajar. Makin besar minatnya,makin besar semangat dan hasil kerjanya. Minat yang permanen merupakan hasil yang paling bernilai dalam suatu pendidikan. Berikut cara mengembangkan minat :
a.       Pembimbing atau pendidik harus menunjukan antusiasnya yang tulus dalam menyukseskan kursus dan kegiatan pendidikan lainnya.
b.      Peserta didik harus diberi kesempatan untuk mengetahui secara jelas melalaui jalan pikirannya sendiri tentang subjek yang dipelajari,kegiatan yang dilakukan akan membantu mereka secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari atau membantu masyarakat dalam keseluruhannya.
c.       Peserta didik harus memperoleh pengetahuan pokok yang berhubungan dengan topik yang dipelajari dan harus mempunyai pengertian yang jelas mengenai hubungan antara topik dengan pengetahuan tersebut.
d.      Pengetahuan yang terkait tersebut harus dibiarkan berkembang selama kursus.
e.       Rasa tertarik yang tinggi harus dipertahankan disetiap pertemuan kelompok:
1). Cek,apakah peserta didik memang telah memperoleh pengetahuan yang mereka inginkan
2). Bhubungkan materi yang diajarkan dengan hal-hal diluar kursus yang menarik.
3). Gunakan materi audiovisual yang sesuai.
4). Pertahankan sedapat mungkin agar peserta didik tetap berfikir.
f.       Pendidik atau pembimbing harus membantu peserta didik untuk mengukur kemajuan mereka sendiri.
g.      Pendidik harus menunjukan rasa senang dalam proses belajar bersama peserta didik daripada menonjolkan pendapat pribadinya.
h.      Suasana belajar harus akrab,gembira,senang,sopan,dan demokrasi.
Menurut winecoff(1988) pendidikan afektif ada dua kelompok yaitu : (1) pendidikan nilai, bertujuan membantu peserta didik menggali nilai melalui pengujian yang teliti sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas cara berfikir dan perasaan mereka. (2) pendidikan moral,bertujuan membantu peserta didik untuk lebih bertanggung jawab,adil dan matang dalam menilai orang lain. Dengan demikian pendidikan afektif adalah suatu proses yang membantu peserta didik meningkatkan dan menginternalisasi nilai dan sikap yang secara social diterima dan secara moral matang.

E. MENGAJAR PENGETAHUAN
            Morgan,et al(1976) membagi pengetahuan menjadi dua yaitu (1) pengetahuan yang harus dipelajari secara mendetail dan harus diingat secara permanent, (2) pengetahuan yang dipelajari untuk mengetahui dimana perolehannya dan bagaimana menggunakannya. Ingatan yang permanent dapat diperoleh dengan cara :
a.       Kembangkan rasa tertarik yang kuat dan bertahan lama terhadap suatu objek
b.      Dapatkan pengertian sejelas mungkin dari setiap bagian subjek.
c.       Tempatkan proses belajar sejalan dengan pola pikir peserta.
d.      Berikan problema atau pertanyaan yang berhubungan dengan hal-hal yang dapat diterapkan.
e.       Pertahankan pengetahuan yang telah dipelajari dengan sekali kali menanyakan dan menerapkan dalam situasi baru.
f.       Berikan ilustrasi visual atau gambar tentang apa yang diajarkan.
Menurut merill(1983) dalam suciati,romiszowski(1966) dalam soedomo (1989) Pengetahuan atau materi pada dasarnya digolongkan menjadi empat kelompok yaitu (1) fakta mengenai “apa” misalnya nama orang,symbol,dan lainnya (2) konsep mengenai pengertian sesuatu (3) prosedur mengenai bagaimana mengerjakan sesuatu (4) prinsip mengenai bagaimana atau mengapa sesuatu berhubungan.

F. MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN
      Pendidik atau pembimbing harus tahu tipe kemampuan apa yang diinginkan oleh peserta didik. Disini akan dijelaskan secara garis besar bagaimana mengembangkan : (1) kemampuan menilai atau mempertimbangkan, (2) kemampuan psikomotor atau ketrampilan, (3) kemampuan berpikir atau mempertimbangkan.
1.      Mengembangkan kemampuan menilai atau mempertimbangkan.
Dalam mengembangkan kemampuan menilai atau mempertimbangkan,tahapan berikut ini digunakan sebagai (morgan el al.,1976).
a.       Pilih situasi tertentu yang akan dinilai dan dianalisis
b.      Persiapkan peserta didik atau pelajar: (a) kembangkan pengenalan terhadap kebutuhan,dan (b) tumbuhkan keinginan untuk memperoleh kemampuan.
c.       Tentukan kriteria dan standarnya,beri bobot pada masing-masing kriteria.
d.      Peserta didik kemudian harus menggunakan kriteria tersebut terhadap sejumlah kasus dan beritahu cara menilai. Setelah peserta didik selesai menilai,pembimbing hanya memeriksa dan tekankan mana yang sudah benar dan mana yang masih salah.
e.       Instruktur maupun peserta didik harus selalu ingat bahwa latihan dalam menilai/mempertimbangkan tanpa pengertian dan penerapan adalah sia-sia.
f.       Minta peserta didik berlatih mebuat penilaian,dibawah bimbingan instruktur,sampai ia mampu membuat penilaian dengan baik.
2.      Mengembangkan kemampuan manipuatif atau psikoimotor
Teknik yang sangat baik dikembangkan oleh guru perdagangan dan industry untuk mengembangkan kemampuan manipulative. Teknik ini dikenal sebagai job instruction training for short (latihan instruksi kerja jangka pendek). Berikut empat langkah dalam job instruction training :
a.       Persiapkan peserta didik. Usaha mereka santai, dapatkan perhatian peserta didik, terangkan apa yang harus dikerjakan, cari informasi tentang apa yang telah mereka ketahui sebelumnya mengenai apa yang akan dikerjakan,tumbuhkan minat untuk mengerjakan dengan benar,usahakan mereka “berada disamping kita” dalm menghadapi pekerjaan.
b.      Ajarkan apa yang perlu diajarkan. Ajarkan tahap demi tahap pada satu waktu, ceritakan,perhatikan,dan jelaskansetiap tahapan ,tekankan hal-hal yang penting sesutau yang akan meningkatkan kualitas,menghindari kecelakaan,dan mempermudah pekerjaan,jangan mencoba untuk mengajar terlalu banyak pada satu waktu.
c.       Praktikkan kepada peserta didik. Beri kesempatan mereka mencoba,minta mereka memperlihatkan dan menceritakan mengapa setiap tahap harus dikerjakan,minta mereka menjelaskan kuncinya,tanyakan kepada mereka dan perbaiki semua kesalahannya,teruskan sampai tahu.
d.      Tindak lanjut.(pilih (a) untuk situasi industry,pilihan (b) untuk sekolahan dan situasi yang sama).
3.      Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah
Langkah pemecahan masalah sangat bervariasi menurut pencetusnya. Sebagai contoh langkah yang dikemukakan oleh pidarta (1988) sebagai penyempurna dari pendapat pinch(1982) dan Cunningham(1982) sebagai berikut : mengidentifikasi masalah,(2) mengumpulkan informasi/data yang relevan dengan masalah,(3)membuat alternative pemecahan,(4) menjelaskan konsekuensi setiap alternative,dan (5) memilih alternative yang terbaik. Sementar pemecahan masalah menurut dewey (gulo,2002) sebagi berikut : (1) merumuskan masalah, (2) menelaah masalah,merumuskan hipotesis (pemecahan masalah), (3) mengumpulkan data, (4)pembuktian hipotesis,dan menentukan alternatif pemecahan. Sedangkan menurut morgan et al (1976) langkah masalah terdiru dari tujuh langkah,yaitu: (1) pengenalan masalah, (2) penentuan kemungkinan pemecahan masalah/hipotesis (3) pengumpulan fakta, (4) pengorganisasian/pertimbangan fakta yang berhubungan dengan masalah, (5) pembuatan kesimpulan tentative, (6) pengecekan kesimpulan tentative, (7) perbaikan, dan (8) generalisasi kesimpulan.
Dari beberapa pendapat tentang langkah pemecahan masalah tersebut,walaupun istilahnya berbeda-beda,secara umum dapat disimpulkan bahwablangkah yang harus ada dalam setiap pemecahan masalah antar lain(1)midentifikasio masalah (2) pengumpulan fakta (3) pembuatan pemecahan altenatif (4 ) analisis fakta terhadap pemecahan alternatif (5) pemilighan alternative yang baik.

G. MENDISKUSIKAN ISU KONTROVERSIAL
            Suatu isu dikatakan kontroversial jika beberapa cara yang diusulkan untuk memecahkannya bertentangan dengan kepentingan dan kepercayaan sebagian orang. Penyebab utama isu kontroversial adalah loyalitas dasar yang dimiliki orang terhadap organisasi, lembaga atau kelompoknya ( Morgan,et al.., 1976)

            1. Pentingnya Mendiskusikan Isu Kontroversial
            Isu kontroversial perlu didiskusikan dalam suasana demokratis yang dapat mendorong orang memutuskan isu kursial melalui proses diskusi terbuka dan dengan menggunakan argumentasi bebas. Isu yang paling penting adalah isu kontroversial yang umum. Apabila suatu isu tidak diperdebatkan, biasanya isu tersebut tidak menjadi masalah, setidaknya kelihatan tenang untuk sementara waktu. Pertanyannya bukan pada apakah isu kontroversial perlu dimasukkan dalam program pendidikan orang dewasa, tetapi pada isu apa saja yang harus dipertimbangkan dan bagaiman mendiskusikannya. Dengan mempelajari tahapan mendiskusikan isu kontroversial secara garis besar, peserta didik mungkin dapat memperoleh kemampuan tersebut. 

2. Kriteria untuk Memilih Isu Kontroversial
  a. Apakah isu tersebut penting dan waktunya tepat?
  b. Apakah isu tersebut menarik perhatian masyarakat?
  c. Apakah isu tersebut dapat dimengerti oleh masyarakat pada waktu yang terbatas?
  d. Apakah ada materi yang dapat dipercaya sebagai petunjuk terhadap isu tersebut?
  e. Apakah pimpinan mengetahui tentang isu tersebut atau adakah kelompok tertentu yang
     meminta bantuan kepada pihak yang mengetahuinya?
  f. Apakah pemikiran terhadap isu tersebut nantinya dapat diterima oleh masyarakat?
  g. Apakah isu tersebut terlalu menimbulkan emosi masyarakat pada waktu tertentu jika
      masyarakat menerima pemikiran yang terbuka?
  h. Apakah pemikiran terhadap isu tersebut akan membawa keadaan yang lebih baik pada
      waktu yang akan datang?

3. Cara Mendiskusikan Isu Kontroversial
            Tahapan berikut ini disarankan untuk dilaksanakan dalam mendiskusikan isu kontroversial.
  a. Tentukan isu atau problem secara jelas, beberapa perbedaan pendapat disebabkan oleh perbedaan definisi
  b. bagi isu tersebut menjadi beberapa segmen. Setujui bersama mengenai pembatasan isu
  c. Buat daftar kemungkinan pemecahan yang diusulkan oleh anggota
  d. Kumpulkan dan catat informasi tentang isu tersebut. Sebarkan informasi tersebut kepada semua anggota kelompok
  e. Susun informasi secara berurutan dan tanpa distorsi
  f. Nilai informasi tersebut. Cari kesalahan, bias, prasangka dan ketidakkonsistenan.
     Evaluasi data dengan bobot yang sesuai untuk kemudian dijadikan bukti
  g. Setiap kemungkinan pemecahan (  yang tertulis dalam nomor 3 ) harus
     dipertimbangkan dengan menggunakan data yang ada.
  h. Susun kesimpulan apabila informasi menunjangnya atau biarkan isu tetap terbuka.
     Waktu yang digunakan untuk mempelajari isu tidak akan hilang percuma walaupun
      kesimpulan belum tercapai.


H. CARA MEMBENTUK KEBIASAAN
Membentuk dan mengahiri suatu kebiasaan adalah salah satu hasil kebiasaan orang dewasa yang penting. Membentuk dan mengahiri sebuah kebiasaan bukan merupakan hal baru untuk peserta didik dan juga orang dewasa sudah terbiasa membentuk dan mengahiri kebiasaan sejak dilahirkan. Tidak juga pekerjaan seorang bayi untuk membentuk kebiasaan yang bermanfaat aatau mengakhiri kebiasaan yang jelek secara sadar.
Aturan umum
1.      Temukan konsep kebiasaan baru yang ingin dikembangkan sejelas mungkin.
2.      Mulailah kebiasaan baru dengan tekad yang kuat.
3.      Jangan biarkan pengecualian terjadi sampai kebiasaan baru tersebut benar benar berakar.
4.      Latihlah kebiasaan baru itu pada setiap kesempatan, walaupun dalam keadaan sibuk, carilah kesempatan untuk berlatih.
5.      Latihlah dengan selang waktu yang agak lama akan lebih baik daripada latihan secara intensif dalam waktu yang relatif singkat.
6.      Latihan hendaknya dilakukan sesempurna mungkin.
7.      Situasi dan kondisi hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga menyenangkan.
8.      Pembentukan kebiasaan baru hendaknya menjadi hasil dari dorongan dirinya sendiri, bukan dari orang lain.

Dalam perkembanganya, kebiasaan (folkways) ini dapat menjadi tata kelakuan (mores), adat istiadat (custom), dan akhirnya dapat menjadi norma kemasyarakatan jika telah mengalami pelembagaan. Jika kebiasaan baik, jujur kerja keras, tepat waktu, dan lain lain dapat dikembangkan diantara remaja, pemuda bahkan orang tua di Indonesia maka kehidupan di indonesia bukan tidak mungkin akan lebih baik dari keadaan saat ini. Keadaan lebih baik akan tercapai, jika kebiasaan baik dapat dilembagakan menjadi norma mkemasyarakatan.



DAFTAR PUSTAKA


Suprijanto,2011:“pendidikan orang dewasa”,Jakarta,bumi aksara.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys