My Melody Crying
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA FEBRIA TRI HIDAYATI TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Selasa, 16 Desember 2014

MPI TEKNOLOGI INFORMASI PLS

berikut adalah materi teknologi informasi pendidikan luar sekolah dalam bentuk power point :

untuk download MPI ANALISIS SWOT bisa anda klik disini

untuk download MPI PROGRAM PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM IMPLEMENTASI TIK PLS bisa anda klik disini

untuk download MPI HUBUNGAN TIK DENGAN KOMPUTER bisa anda klik disini

untuk download MPI KOMPONEN HARDWARE DAN SOFTWARE KOMPUTER bisa anda klik disini

untuk download MPI PEMBELAJARAN MODERN PLS bisa anda klik disini

untuk download MPI SEJARAH KOMPUTER bisa anda klik disini

untuk download POWERPOINT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI bisa anda klik disini

untuk download POWERPOINT TIK DALAM PENDIDIKAN anda bisa klik disini

CONTEXT CLUE

untuk download artikel ini bisa anda klik disini
dan untuk download dalam bentuk powerpoint bisa anda klik disini



Types of Context Clues
Definition
Synonym
Antonym
Examples
Explanation
Experience
Knowledge of Subject
Learning new words when reading

The first way to figure out the meaning of a word is from its context. The context is the other words and sentences that are around the new word. When you figure out the meaning of a word from context, you are making a guess about what the word means. To do this, you use the hints and clues of the other words and sentences. You won't always be right, but many times you will be. You might not be able to guess the exact meaning of a word, but you may be close enough to get the meaning of the sentence it is in. A basic strategy for unlocking the meaning of an unfamiliar word is to search the context of the sentence in which a new word appears for clues. Sometimes this can be easy to do because the author may have provided a definition or a synonym right there next to or near a term that you can use to unlock its meaning. A definition is a statement giving the meaning of a word. A synonym is a word that means almost the same as another.
For example, read the following sentence: "Don't think of words as separate, discrete items, or entities." What is the meaning of the word entities? The definition is right there - separate, discrete items. But what is the meaning of discrete? The meaning of that word is right there too--separate.
When in doubt about the meaning of an unfamiliar word, look around in the sentence; check to see if there is a definition or synonym clue to help you unlock meaning.
Another kind of context clue (in addition to definitions and synonyms embedded in sentences) is a word or words of opposite meaning (antonym) set somewhere near a word that is unfamiliar. If you find a word or words of opposite meaning and you recognize it or them, you are "home free." You can unlock the meaning of the unfamiliar word.
For example, read the following sentence: "I was not exactly enamored of the travel plans my agent made for me; my lack of enthusiasm was triggered by the eight-hour layover required between flights." What is the meaning of the word enamored? You can use the context of the sentence to reason in this way: Enamored of means just the opposite of lacking in enthusiasm for.
Strategy
Step 1: Check for synonyms or definitions embedded right there. If you find a synonym or definition, reread the sentence with the new term keeping that synonym or definition in mind.
Step 2: Check for an antonym clue. If you find one, think about its meaning, actually telling yourself the opposite meaning. Then reread the sentence and rephrase it in your own mind.
Context Clues: Substitution
At times, rereading a sentence that contains an unfamiliar term and substituting a word or phrase for it that makes sense can help you to unlock the meaning of the unfamiliar word. To understand the substitution strategy, read the following sentence:
"When we stayed at the military base, each Saturday we went to the commissary to buy the food and supplies we would need for the next week."
Although you may never have visited a commissary, given the use of the word in this sentence, you immediately can substitute the word store for the word commissary. You probably can wrestle an even more complete meaning for commissary from the overall context of the sentence: a store for food and supplies that is located on a military base.
Steps in the substitution strategy are as follows:
Step 1: When you read a sentence that you have trouble understanding because of an unfamiliar word in it, reread the sentence and substitute a word that seems to make sense in the context.
Step 2: Read on. If the word you substituted does not make sense in the context of the rest of the paragraph, try again.
Step 3: If the sentence still does not make sense to you and you do not understand the main point the author is making in the paragraph, look for synonym, definition, and antonym clues. If you are still uncertain, check a dictionary.
Context Clues: Multiple Meanings
As you have learned, a basic strategy for unlocking the meaning of an unfamiliar word is to search the context of the sentence in which a new word appears for clues. This is especially important when a word has multiple meanings that you already know and you must decide the particular one that applies. Try using the following strategy:
Step 1: Check the context for clues: definitions and synonyms given "right there" as well as words of opposite meaning - antonyms.
Step 2: Substitute each meaning you know in the context of the sentence until you find one that makes good sense there. (Hennings, p. 48)

KETERPADUAN PENGEMBANGAN MOTIVASI DAN SIKAP SOSIAL

untuk download makalah aslinya anda bisa klik disini

A. Latar Belakang

Permasalahan manusia adalah permasalahn yang sangat aktual untuk dibahas, begitu juga permasalahn psikologi manusia, mulai dari perkembangan manusia, pertumbuhan manusia serta hal-hal lain yang bersifat psikologis sejak dulu tak henti-hentinya para pemikir dan ahli psikologi mencoba untuk membahas hal-hal tersebut, kondisi itu pula yang mendorong manusia untuk merumuskan konsep-konsep psikologi yang berkembang menjadi ilmu psikologi.
Secara teoritis psikologi perkembangan ditelaah oleh banyak ahli psikologi, sehingga melahirkan berbagai kerangka rumusan tentang psikologi perkembangan. Kemungkinan untuk melihat daerah motivasi yang kurang optimal dan daerah-daerah motivasi diatas optimal. Dalam situasi dimana dalam tingkat adanya motivasi dan afeksi dibawah optimal, peningkatan motivasi akan memajukan belajar, sebaliknya dimana tingkat adanya motivasi dan afeksi diatas optimal, peningkatan motivasi menghambat proses belajar.

    B. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana menurut para ahli tentang Konsep-Konsep Perkembangan Sosioafektif?
2.      Bagaimana proses Perkembangan Sepanjang Tahap-Tahap Kehidupan ?
3.      Apa faktor yang mempengaruhi Perkembangan Sosioafektif ?
4.      Bagaimana sistem Persekolahan dan Perkembangan Sosioafektif ?
  
    C. Tujuan

1.      Untuk mengetahui bagaimana pendapat para ahli tenteng Konsep-Konsep Perkembangan Sosioafektif.
2.      Untuk mengetahui dan memahami bagaiman proses Perkembangan Sepanjang Tahap-Tahap Kehidupan.
3.      Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi Perkembangan Sosioafektif.
4.      Untuk mengetahui bagaimana sistem Persekolahan dan Perkembangan Sosioafektif.





























BAB II
PEMBAHASAN

   A.  Konsep-Konsep Perkembangan Sosioafektif

1.   Menurut Buhler bahwa karakteristik usia tua dipandang lebih banyak positifnya, kalau sekarang belum tentu tergantung dari karakter masing-masing terhadap kuat tidaknya perkmbangan sosioaffektif mempengaruhi pribadi tersebut.
2. Dalam tahap perkembangan menurut Havinghurst usia 6-12 tahun sudah tidak kanak-kanak lagi, karena banyak dijumpai dalam usia tersebut ada yang pacaran bahkan sampai sudah hamil dan sebagainya.
     3. Menurut Houle nasa dewasa berisi eman tahap yaitu permulaan masa dewasa, masa dewasa muda, setengah baya muda, setengah baya tua, usia tua dan pikun.

Konsep-konsep perkembangan sosioaffektif ini dipengaruhi motivasi dan affektif memodifikasi dan dimodifikasi pribadi orang itu sendiri tergantung mau atau tidak. karena kalau orang tidak mau menerima pendapat dari orang lain , bagaimana orang itu akan berkembang.

B. Perkembangan Sepanjang Tahap-Tahap Kehidupan

1.     Peranan soaial masa pertengahan asdolescen peranan orang tua sosioaffektif sangat besar dampaknya
    2. Menurut Kuhlerpengapdian diri  umpamanya reproduksi seks dan cara lainnya agar dirinyatidak mati, namun menurut saya manusia mati itu sudah bdirencanakan Allah.
3.   Orang-orang yang berumur 50 tahun atau lebih harus bertahan sebagai pngangguran, namun kenyataannya sekarang tidak begitu.

C. Faktor-Faktor Perkembangan Sosioaffektif    
  
      1. Seorang anak belum tentu menyerupai orang tuanya, misal seorang anak sukses tapi orang tuanya tidak sukses, dan sebaliknya.
2.       Peranaan keluarga dalam memfungsikan sosioaffekif, sikap terhadap sekolah, belajar dan bermasyarakat tentang presentasi sekolah yang berbeda-beda                   
   3. Pekerjaan adalah aspek utama kehidupan ekonomi yang berinteraksi dengan sekolah atau belajar seumur hidup, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.
      4.   Dari permulaan, anak-anak dilatih cara menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dan menjadi anak yang bisa membanggakan kedua orang tuanya.

D. Persekolahan Dan Perkembangan Sosioaffektif

1.      Sitem keluarga perkembangan sosioaffektif melattih kepribadian seorang anak menjadi baik, sedangkan sekolah yaitu mengatasi atau mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah.
2.      Belajar terus menerus akan menghambat menerima stereotype yang menyatakan belajar formal terbatas hanya pada tahun-tahun sekolah.
Psikologi perkembangan dijadikan dasar serta cara untuk menciptakan keberhasilan serta keunggulan dalam proses pendidikan.

Dalam situasi dimana tingkat adanya motivasi dan atau afeksi di bawah optimal, peningkatan motivasi akan memajukan belajar, sebaliknya dimana tingkat adanya motivasi dan atau afeksi di atas optimal, peningkatan motivasi menghambat belajar. Tingkat afeksi memodifikasi suatu proses penyesuaian dan pengamatan, serta perubahan persepsi dalam faktor-faktor motivasi. Dengan demikian untuk mengkonsepsikan seorang individu sebagai jaringan timbal balik yang terorganisasi fungsi-fungsi kejiwaan yang beroperasi satu sama lainnya dalam suatu cara yang sangat komplek.

Beberapa alasan pentingnya dimensi pembelajaran afektif. Pertama, mengetahui apa jenis pembelajaran terdiri dari domain afektif membantu kita untuk memahami apa yang domain afektif ini dan apa yang bukan. Kedua, ia menyediakan menu yang membantu pendidik untuk memutuskan apa yang penting untuk mengajar. Dan ketiga, berbagai jenis belajar afektif mungkin memerlukan berbagai metode intruksi untuk mendorong pembangunan, dan ini adalah fokus utama dari teori pembelajaran.

Internalisasi adalah konsep fundamental dalam memahami taknosomi karena, dari perspektif teoritis, semakin nilai atau sikap di internalisasikan, semakin besar kemungkinan bahwa nilai atau sikap yang mempengaruhi perilaku. Taksonomi ini terdiri dari lima kategori utama yang mencerminkan konsep internalisasi yaitu menerima, merespon, menilai, organisasi, dan karakterisasi oleh nilai atau kompleks nilai. Taksonomi ini di kembangkan sebagian untuk membantu guru menulis tujuan afektif untuk masing-masing dari lima kategori utama, dan untuk membantu mereka merancang langkah-langkah afektif. Tujuan-tujuan ini bisa di tulis untuk mencerminkan berbagai tingkat internalisasi, dan mereka bisa di bedakan dari objektif kognitif karena mereka menekankan perasaan, emosi, atau tingkat penerimaan atau penolakan terhadap fenomena tertentu.

Teori perkembangan Robert Havighurts membagi perkembangan menjadi tiga fase yaitu:
·         Fase Bayi dan Awal anak-anak (0-6 tahun), anak-anak mulai bercakap, mulai beinteraksi dengan orang lain, belajar bertolak ansur dan bertimbang rasa, sedia mendengar pandangan orang lain dan boleh membedakan betul dan salah
·         Fase Pertengahan anak-anak (6-12 tahun) menguasai beberapa kemahiran dalam permainan, kemahiran 3M, mula berkawan dengan orang lain dan mampu memahami konsep hidup serta moral
·         Fase Awal Remaja dan Remaja (12-18 tahun), bentuk badan  mulai berubah, minat bergaul dengan lawan jenis, ingin kebebasan dan konsep baik dan buruk semakin mantap.

Tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dari kehidupan individu, jika tugas tersebut dituntaskan maka akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. Sebagian perubahan-perubahan yang terjadi merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangannya

Seifert dan Haffnung membedakan tiga tipe (domain) perkembangan yaitu:
§  Perkembangan fisik mencakup pertumbuhan biologis. Misalnya, pertumbuhan otak, otot, tulang serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan berkurangnya otot-otot.
§  Perkembangan kognitif mencakup perubahan-perubahan dalam berpikir, kemampuan bahasa yang terjadi melalui proses belajar.
§  Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi individu, yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga, teman-teman dan guru-gurunya.


Menurut Santrok semua aspek dalam perkembangan di pengaruhi oleh faktor genetik yaitu kecerdasan dan Temperamen. Temperamen adalah gaya perilaku atau karakteristik dalam merespons lingkngan. Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga dasar temperamen yaitu yang mudah, yang sulit dan yang lambat untuk di bandingkan.
Erik H. Erikson mengemukakan teori perkembangan afektif bahwa perkembangan manusia adalah sintesis dari tugas-tugas perkembangan tugas-tugas sosial.
Fase perkembangan afektif menurut Erikon:
1.      Kepercayaan dasar
2.      Otonomi
3.      Inisiatif
4.      Produktivitas
5.      Identitas
6.      Keakraban
7.      Generasi berikut
8.      Integritas
Jean Piaget membagi perkembangan kognitif atas empat fase:
1)      Sensor motorik
2)      Pra operasional
3)      Operasional konkret
4)      Operasional formal
Carol Gestwicki mengemukakan bahwa:
a)      Dalam perkembangan terdapat urutan yang di ramalkan
b)      Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya
c)      Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal
d)     Perkembngan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknya merupakan kesatuan yang saling mempengaruhi
e)      Setiap individu berkembang sesuai dengan waktunya masing-masing
f)       Perkembangan berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks, dari yang umum kepada yang khusus

Terdapat 10 prinsip dasar pertumbuhan menurut Sutterly Donnely, yaitu:
1.      Pertumbuhan adalah kompleks, semua aspeknya berhubungan sangat erat
2.      Pertumbuhan mencakup hal-hal kuantitatif dan kualitatif
3.      Pertumbuhan adalah proses yang berkesinambungan dan terjadi secara teratur
4.      Paada pertumbuhan dan perkembangan terdapat keteraturan arah
5.      Tempo pertumbuhan tiap anak tidak sama
6.      Aspek-aspek berbeda dari pertumbuhan, berkembang pada waktu dan kecepatan berbeda
7.      Kecepatan dan pola pertumbuhan dapat di modifikasikan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik
8.      Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat masa-masa krisis
9.      Pada suatu organisme akan kecenderungan untuk mencapai potensi perkembangan yang maksimum
10.  Setiap individu tumbuh dengan rasa percaya diri yang unik

Beberapa ide umum tentang pengalaman belajar:
1)      Keterlibatan dalam pengalaman belajar mempunyai pengaruh penting terhadap pembelajaran
2)      Suasana bebas dan penuh kepercayaan akan menunjang kehendak peserta didik untuk mau melaksanakan tugas sekalipun mengandung risiko
3)      Strategi yang mendalam dapat di pergunakan namun pengaruh penting terhadap beberapa aspek seperti usia, kematangan, kepercayaan dan penghargaan terhadap orang lain
4)      Pada umumnya pembelajaran berpengaruh kepada hal-hal khusus seperti menghargai orang lain dan bersikap hati-hati kepada yang baru di kenal
5)      Terdapat banyak pengaruh yang dapat di pelajar melalui mpdel (orang tua dan gurunya) sedang peserta didik berusaha menirunya

Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, sekolah dalam situasi-situasi antara pribadi. Pada awal pengalaman belajar, langkah pertama yang perlu dilakukan ialah mengenali modalitas kita masing-masing yaitu bagaimana menerap informasi dengan mudah. Apakah modalitas kita visual, yaitu belajar melalui apa yang dilihat, apakah auditorial yaitu belajar melalui apa yang didengar, apakah kinestetik, yaitu melalui gerak dan sentuhan.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Konsepsi pengajaran tradisional yang mementingkan perkembangan intelektual kemudian berubah. Sekolah yang modern lebih memperhatiakan seluruh pribadi anak itu, baik mengenai segi emosi, sosial, jasmani maupun segi intelektualnya. Sekolah berusaha dengan sengaja mengembangkan semua aspek pribadi anak dengan memberikan bahan pelajaran yang sesuai dan dengan cara penyampaian yang bervariasi.

B.     Saran

Dengan melihat perkembangan intektual anak dalam situasi sekarang ini sebenarnya pribadi anak itu tidak dapat dipecah-pecah dengan beberapa bagian yang terpisah-pisah. Dalam segala tindakannya manusia itu bersikap sebagai suatu keseluruhan yang utuh. Oleh sebab itu maka kembangkan lah proses perkembangan Sosioafektif supaya terbentuk akhlak dan sifat yang berintelektual.












DAFTAR PUSTAKA

Engel, James F. et.al. 1995. Perilaku Konsumen, Binarupa Aksara. Jakarta.
Setiadi, Nugroho. 2003. Perilaku Konsumen. Jakarta : Kencana.
Winardi.1999. Marketing dan Perilaku Konsumen. Mandar Madju, Jakarta.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys